Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Sampah yang bercecer hingga ke badan jalan di TPS Jalan Ulin Pasar Kedondong Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Samri Shaputra, menyambut baik usulan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Program yang diusulkan ialah terkait pengangkutan sampah yang diambil langsung dari tiap rumah warga. Samri setuju dan mendukung usulan tersebut meskipun belum secara resmi disampaikan pada pihaknya.
Menurutnya, angkut sampah langsung dari rumah warga merupakan program inovatif sebagai solusi atas masalah tumpukan sampah di berbagai lokasi.
"Kami sangat sepakat, itu sangat berguna sekali, dan lebih bagus karena ada upaya untuk menjemput sampah-sampah itu dari rumah ke rumah," ucap Samri, Rabu (13/3/2024).
Usulan ini muncul sebagai respons terhadap kesulitan masyarakat dalam mematuhi jam buang sampah yang telah ditentukan, yang sebelumnya diberi sanksi bagi yang melanggar.
Belakangan, Samri mendpaat laporan mengenai tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) di belakang Pasar Komura, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, yang bahkan melebar hingga menutupi jalan.
Dengan adanya program yang diusulkan, Samri melihat potensi untuk mengatasi masalah ini secara efektif. Namun, dia memberikan saran untuk melakukan revisi terhadap tarif yang diusulkan.
Semula diperkirakan sekitar Rp25 ribu per bulan. Menurutnya, tarif ini terlalu berat bagi masyarakat, dan ia mengusulkan untuk menguranginya.
Menurut Samri, konsep serupa sudah diterapkan di beberapa komplek perumahan dan RT, meskipun pengelolaannya masih berada di tingkat RT atau swasta. Ia berharap manfaat dari program ini bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Kota Samarinda.
(Adv/Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Sampah yang bercecer hingga ke badan jalan di TPS Jalan Ulin Pasar Kedondong Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Samri Shaputra, menyambut baik usulan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Program yang diusulkan ialah terkait pengangkutan sampah yang diambil langsung dari tiap rumah warga. Samri setuju dan mendukung usulan tersebut meskipun belum secara resmi disampaikan pada pihaknya.
Menurutnya, angkut sampah langsung dari rumah warga merupakan program inovatif sebagai solusi atas masalah tumpukan sampah di berbagai lokasi.
"Kami sangat sepakat, itu sangat berguna sekali, dan lebih bagus karena ada upaya untuk menjemput sampah-sampah itu dari rumah ke rumah," ucap Samri, Rabu (13/3/2024).
Usulan ini muncul sebagai respons terhadap kesulitan masyarakat dalam mematuhi jam buang sampah yang telah ditentukan, yang sebelumnya diberi sanksi bagi yang melanggar.
Belakangan, Samri mendpaat laporan mengenai tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) di belakang Pasar Komura, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, yang bahkan melebar hingga menutupi jalan.
Dengan adanya program yang diusulkan, Samri melihat potensi untuk mengatasi masalah ini secara efektif. Namun, dia memberikan saran untuk melakukan revisi terhadap tarif yang diusulkan.
Semula diperkirakan sekitar Rp25 ribu per bulan. Menurutnya, tarif ini terlalu berat bagi masyarakat, dan ia mengusulkan untuk menguranginya.
Menurut Samri, konsep serupa sudah diterapkan di beberapa komplek perumahan dan RT, meskipun pengelolaannya masih berada di tingkat RT atau swasta. Ia berharap manfaat dari program ini bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Kota Samarinda.
(Adv/Sf/Rs)