Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Samri Shaputra mengkritisi program yang masih jadi angan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) perihal pengangkutan sampah dari rumah ke rumah.
Meskipun usulan tersebut belum secara resmi disampaikan, namun rencana ini telah mendapatkan respons positif dari beberapa pihak, termasuk Samri Shaputra.
Menurutnya program angkut sampah langsung dari rumah warga, sebuah inisiatif yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam penanganan sampah di kota ini. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah besaran tarif yang akan diterapkan dalam program ini.
“Tetapi memang, ada sedikit revisi tentang tarikan. Bahwa rencana mau menarik Rp25 ribu per bulan, sepertinya itu terlalu berat, mungkin bisa dikurangi,” ungkap Samri, Kamis (14/3/2024).
Samri menyoroti kebutuhan untuk menyesuaikan tarif agar dapat diterima oleh masyarakat. Dia mengusulkan tarif sekitar Rp10 sampai Rp15 ribu per bulan untuk retribusi sampah ini. Mengingat juga akan besarnya dampak sosial ekonomi bagi masyarakat.
"Ibaratkan Rp500 rupiah lah satu hari, itu sangat menguntungkan. Ketimbang masyarakat harus ke TPS setiap harinya untuk buang sampah, itukan memakan biaya dan waktu juga," paparnya.
Selain itu, ia merasa untuk besaran yang diusulkannya tidak akan membebani masyarakat. Hanya saja ia juga menyadari, akan banyak dibutuhkan biaya dalam realisasi program ini.
“Tapi semua ini kembali lagi terhadap besaran anggaran yang kita punya, karena tentunya juga harus ada penambahan sumber daya manusianya dan itu juga perlu diperhitungkan,” pungkasnya.(ADV)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Samri Shaputra mengkritisi program yang masih jadi angan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) perihal pengangkutan sampah dari rumah ke rumah.
Meskipun usulan tersebut belum secara resmi disampaikan, namun rencana ini telah mendapatkan respons positif dari beberapa pihak, termasuk Samri Shaputra.
Menurutnya program angkut sampah langsung dari rumah warga, sebuah inisiatif yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam penanganan sampah di kota ini. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah besaran tarif yang akan diterapkan dalam program ini.
“Tetapi memang, ada sedikit revisi tentang tarikan. Bahwa rencana mau menarik Rp25 ribu per bulan, sepertinya itu terlalu berat, mungkin bisa dikurangi,” ungkap Samri, Kamis (14/3/2024).
Samri menyoroti kebutuhan untuk menyesuaikan tarif agar dapat diterima oleh masyarakat. Dia mengusulkan tarif sekitar Rp10 sampai Rp15 ribu per bulan untuk retribusi sampah ini. Mengingat juga akan besarnya dampak sosial ekonomi bagi masyarakat.
"Ibaratkan Rp500 rupiah lah satu hari, itu sangat menguntungkan. Ketimbang masyarakat harus ke TPS setiap harinya untuk buang sampah, itukan memakan biaya dan waktu juga," paparnya.
Selain itu, ia merasa untuk besaran yang diusulkannya tidak akan membebani masyarakat. Hanya saja ia juga menyadari, akan banyak dibutuhkan biaya dalam realisasi program ini.
“Tapi semua ini kembali lagi terhadap besaran anggaran yang kita punya, karena tentunya juga harus ada penambahan sumber daya manusianya dan itu juga perlu diperhitungkan,” pungkasnya.(ADV)
(Sf/Rs)