DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Wakil Ketua DPRD Samarinda Sebut Kebersihan dan Pembangunan Karakter adalah Kunci Kota Peradaban

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    19 Juli 2024 pukul 14:39 WITA

    Wakil Ketua DPRD Samarinda, Subandi. (Foto: Instagram h.subandi_/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Subandi, menekankan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai bagian dari misi wali kota untuk menjadikan Samarinda sebagai Pusat Kota Peradaban. 

    Subandi mencatat bahwa program kebersihan yang diluncurkan Wali Kota masih belum sepenuhnya efektif.

    "Dulu program wali kota menyatakan bahwa dalam satu tahun sampah di TPS sepanjang jalan protokol akan hilang secara bertahap," kata Subandi.

    Ia mengakui program itu sudah mulai berjalan, hanya saja masih belum maksimal, karena masih ada beberapa TPS di pinggir jalan. Meski bukan jalan protokol pun, ia menilai itu bisa memberikan dampak negatif lainnya, seperti kemacetan.

    Ia menegaskan bahwa permasalahan ini harus segera diselesaikan dan membutuhkan tindak lanjut yang jelas dan konkret dari pemerintah kota.
    Menurut Subandi, kebersihan lingkungan adalah salah satu indikator penting kesejahteraan masyarakat. 

    Subandi menekankan bahwa menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat akan membuat masyarakat merasa lebih nyaman dan aman.

    "Jika berbicara kesejahteraan masyarakat, berarti keseluruhan mendapatkan dampak positif. Agar semua kalangan dapat merasa Samarinda adalah kota yang aman dan nyaman," jelasnya. 

    "Ini berkaitan dengan misi wali kota tentang Pusat Kota Peradaban yang sangat banyak tafsirnya, termasuk menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya. 

    Lebih lanjut, Subandi menjelaskan bahwa misi Wali Kota tentang Pusat Kota Peradaban memiliki banyak tafsir, termasuk menjaga kebersihan lingkungan. 

    Namun, ia mengingatkan bahwa pencapaian ini tidak bisa instan dan memerlukan waktu serta upaya berkelanjutan. 

    “Ini perlu waktu, karena yang dibangun bukan bentuk fisik melainkan membangun karakter," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Wakil Ketua DPRD Samarinda Sebut Kebersihan dan Pembangunan Karakter adalah Kunci Kota Peradaban

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    19 Juli 2024 pukul 14:39 WITA

    Wakil Ketua DPRD Samarinda, Subandi. (Foto: Instagram h.subandi_/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Subandi, menekankan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai bagian dari misi wali kota untuk menjadikan Samarinda sebagai Pusat Kota Peradaban. 

    Subandi mencatat bahwa program kebersihan yang diluncurkan Wali Kota masih belum sepenuhnya efektif.

    "Dulu program wali kota menyatakan bahwa dalam satu tahun sampah di TPS sepanjang jalan protokol akan hilang secara bertahap," kata Subandi.

    Ia mengakui program itu sudah mulai berjalan, hanya saja masih belum maksimal, karena masih ada beberapa TPS di pinggir jalan. Meski bukan jalan protokol pun, ia menilai itu bisa memberikan dampak negatif lainnya, seperti kemacetan.

    Ia menegaskan bahwa permasalahan ini harus segera diselesaikan dan membutuhkan tindak lanjut yang jelas dan konkret dari pemerintah kota.
    Menurut Subandi, kebersihan lingkungan adalah salah satu indikator penting kesejahteraan masyarakat. 

    Subandi menekankan bahwa menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat akan membuat masyarakat merasa lebih nyaman dan aman.

    "Jika berbicara kesejahteraan masyarakat, berarti keseluruhan mendapatkan dampak positif. Agar semua kalangan dapat merasa Samarinda adalah kota yang aman dan nyaman," jelasnya. 

    "Ini berkaitan dengan misi wali kota tentang Pusat Kota Peradaban yang sangat banyak tafsirnya, termasuk menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya. 

    Lebih lanjut, Subandi menjelaskan bahwa misi Wali Kota tentang Pusat Kota Peradaban memiliki banyak tafsir, termasuk menjaga kebersihan lingkungan. 

    Namun, ia mengingatkan bahwa pencapaian ini tidak bisa instan dan memerlukan waktu serta upaya berkelanjutan. 

    “Ini perlu waktu, karena yang dibangun bukan bentuk fisik melainkan membangun karakter," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)