DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Upaya Penanganan Stunting di Samarinda Terkendala Pola Hidup Masyarakat, Sri Puji Tekankan Perlu Kesadaran Masyarakat

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    16 Oktober 2025 pukul 15:08 WITA

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti terus mendorong upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Tepian.

    Menurutnya, program penurunan stunting tidak hanya kewajiban lembaga pemerintahan, melainkan seluruh aspek terutama dilingkungan rumah.

    Dukungan dari seluruh pihak, utamanya keluarga sangat penting, agar efektivitas upaya mengentaskan stunting di Samarinda bisa direalisasikan secara masif.

    "Agar program ini berjalan sesuai arahan perlu kesadaran dari masyarakat pula. Karena ini bukan tanggung jawab pemerintah saja tetapi masyarakat harus turut andil," ucap Sri Puji, Kamis (16/10/2025).

    Selain itu, Sri Puji juga menyoroti persoalan gizi anak, yang mana hal ini menyumbang kenaikan angka stunting di Samarinda. Karena itu, perlu peran aktif masyarakat untuk mengetahui asupan gizi yang dikonsumsi oleh anak.

    Hal ini merujuk pada kebijakan pemerintah pusat menetapkan angka stunting daerah tak melebihi 14 persen, sementara di Kota Samarinda untuk tahun 2025 ini masih di angka 20,9 persen. Tapi angka ini menurun sejak tahun 2024 lalu dengan persentase 24,4 persen

    "Tentunya kalau ingin angka stunting bisa menurun harus ada kepedulian dari masyarakat juga. Pemerintah maupun DPRD terus mendukung baik disisi regulasi maupun pendanaan," terangnya.

    Dengan kolaborasi seluruh instansi terkait hingga masyarakat, diyakini mampu menekan angka stunting di Samarinda. Tetapi, partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan juga.

    Agar program nasional dapat berjalan beriringan dan penanganan stunting bisa tepat sasaran.

    "Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya nilai gizi yang diberikan kepada anak," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Upaya Penanganan Stunting di Samarinda Terkendala Pola Hidup Masyarakat, Sri Puji Tekankan Perlu Kesadaran Masyarakat

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    16 Oktober 2025 pukul 15:08 WITA

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti terus mendorong upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Tepian.

    Menurutnya, program penurunan stunting tidak hanya kewajiban lembaga pemerintahan, melainkan seluruh aspek terutama dilingkungan rumah.

    Dukungan dari seluruh pihak, utamanya keluarga sangat penting, agar efektivitas upaya mengentaskan stunting di Samarinda bisa direalisasikan secara masif.

    "Agar program ini berjalan sesuai arahan perlu kesadaran dari masyarakat pula. Karena ini bukan tanggung jawab pemerintah saja tetapi masyarakat harus turut andil," ucap Sri Puji, Kamis (16/10/2025).

    Selain itu, Sri Puji juga menyoroti persoalan gizi anak, yang mana hal ini menyumbang kenaikan angka stunting di Samarinda. Karena itu, perlu peran aktif masyarakat untuk mengetahui asupan gizi yang dikonsumsi oleh anak.

    Hal ini merujuk pada kebijakan pemerintah pusat menetapkan angka stunting daerah tak melebihi 14 persen, sementara di Kota Samarinda untuk tahun 2025 ini masih di angka 20,9 persen. Tapi angka ini menurun sejak tahun 2024 lalu dengan persentase 24,4 persen

    "Tentunya kalau ingin angka stunting bisa menurun harus ada kepedulian dari masyarakat juga. Pemerintah maupun DPRD terus mendukung baik disisi regulasi maupun pendanaan," terangnya.

    Dengan kolaborasi seluruh instansi terkait hingga masyarakat, diyakini mampu menekan angka stunting di Samarinda. Tetapi, partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan juga.

    Agar program nasional dapat berjalan beriringan dan penanganan stunting bisa tepat sasaran.

    "Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya nilai gizi yang diberikan kepada anak," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)