Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Istimewa/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, di masa akhir kepemimpinan Wali Kota Samarinda ingin agar Pemerintah Kota (Pemkot) bisa lebih optimal dalam memanfaatkan waktu yang tersisa.
“Yang pasti langkah-langkah sistematis juga komprehensif dilakukan untuk menggenjot sisa waktu yang ada. Karena ditargetkan untuk kemiskinan ekstreme dan stunting harus bisa lebih menurun atau hilang,” kata Deni saat diwawancara, Jumat (1/3/2024).
Upaya penurunan angka kemiskinan esktreme dan stunting itu harusnya tak hanya menjadi beban dari Pemkot saja. Tapi juga butuh keterlibatan dan usaha dari masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya.
Terdapat berbagai macam opsi yang bisa diambil untuk mengatasi persoalan ini. Misal seperti memberikan bantuan, baik berupa barang atau uang tunai untuk memenuhi kebutuhannya. Selain itu, dapat diberi pelatihan sebagai bekal pengembangan dirinya, sehingga tidak terus bergantung pada bantuan sosial (bansos) pemerintah.
Deni ingin, masyarakat lebih produktif untuk mendukung Pemkot dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. Khususnya kepada masyarakat yang memang secara fisik masih mampu untuk bekerja.
“Memang betul di satu sisi pemerintah ada memberikan bantuan, tapi tidak bergantung dengan Bansos itu tadi,” tegas Deni.
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Istimewa/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, di masa akhir kepemimpinan Wali Kota Samarinda ingin agar Pemerintah Kota (Pemkot) bisa lebih optimal dalam memanfaatkan waktu yang tersisa.
“Yang pasti langkah-langkah sistematis juga komprehensif dilakukan untuk menggenjot sisa waktu yang ada. Karena ditargetkan untuk kemiskinan ekstreme dan stunting harus bisa lebih menurun atau hilang,” kata Deni saat diwawancara, Jumat (1/3/2024).
Upaya penurunan angka kemiskinan esktreme dan stunting itu harusnya tak hanya menjadi beban dari Pemkot saja. Tapi juga butuh keterlibatan dan usaha dari masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya.
Terdapat berbagai macam opsi yang bisa diambil untuk mengatasi persoalan ini. Misal seperti memberikan bantuan, baik berupa barang atau uang tunai untuk memenuhi kebutuhannya. Selain itu, dapat diberi pelatihan sebagai bekal pengembangan dirinya, sehingga tidak terus bergantung pada bantuan sosial (bansos) pemerintah.
Deni ingin, masyarakat lebih produktif untuk mendukung Pemkot dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. Khususnya kepada masyarakat yang memang secara fisik masih mampu untuk bekerja.
“Memang betul di satu sisi pemerintah ada memberikan bantuan, tapi tidak bergantung dengan Bansos itu tadi,” tegas Deni.
(Sf/Rs)