Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Sehubungan dengan rencana pemindahan Pasar Ramadan di Kota Samarinda mendapat berbagai tanggapan dari berbagai pihak. Pemindahan ini disebabkan oleh Gor Segiri yang masih dalam tahap revitalisasi.
Ketua Komisi II, Fuad Fakhruddin menanggapi hal tersebut menyatakan beberapa pertimbangan terkait kebijakan ini.
“Sebenarnya kan itu upaya pemerintah untuk menyatukan semua pedagang-pedagang musiman. Kalau untuk melihat kondisi sekarang di Gor Segiri itu kan lagi diadakan revitalisasi. Kalau umpamanya itu diadakan di Gor Segiri memang akan sangat mengganggu dan soal keselamatan juga," jelas Fuad, Kamis (7/3/2024).
Ia menyampaikan persetujuannya soal pemindahan tempat Pasar Ramadan. Hanya saja ia meminta agar pemerintah mencari lokasi yang strategis, misal berada di tengah-tengah kota, sehingga dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
"Tapi untuk perpindahannya sendiri di Folder Air Hitam, saya kira ini perlu dipikirkan ulang juga karena menyangkut tempatnya yang cukup jauh di sana dan menurut saya di sana kurang representatif,” ungkapnya.
Ia menggarisbawahi bahwa keberadaan pasar ramadan yang cukup jauh dari pusat kota dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat.
Sementara itu, Fuad sendiri menyampaikan preferensinya terhadap lokasi alternatif untuk dijadikan pasar ramadan mendatang.
“Sebenarnya kalau saya lebih tertarik di daerah Karang Asam. Di sana luas itu lokasinya. Dibanding ke Folder yang lumayan jauh tempatnya," bebernya.
Meski begitu, Fuad menginginkan adanya pembahasan lebih lanjut dan matang mengenai rencana pemindahan lokasi pasar ramadan.
“Diharapkan pembahasan lebih lanjut akan membuka ruang untuk pemikiran ulang dan solusi yang lebih dapat diterima oleh seluruh masyarakat Samarinda,” pungkasnya.
(Adv/Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Sehubungan dengan rencana pemindahan Pasar Ramadan di Kota Samarinda mendapat berbagai tanggapan dari berbagai pihak. Pemindahan ini disebabkan oleh Gor Segiri yang masih dalam tahap revitalisasi.
Ketua Komisi II, Fuad Fakhruddin menanggapi hal tersebut menyatakan beberapa pertimbangan terkait kebijakan ini.
“Sebenarnya kan itu upaya pemerintah untuk menyatukan semua pedagang-pedagang musiman. Kalau untuk melihat kondisi sekarang di Gor Segiri itu kan lagi diadakan revitalisasi. Kalau umpamanya itu diadakan di Gor Segiri memang akan sangat mengganggu dan soal keselamatan juga," jelas Fuad, Kamis (7/3/2024).
Ia menyampaikan persetujuannya soal pemindahan tempat Pasar Ramadan. Hanya saja ia meminta agar pemerintah mencari lokasi yang strategis, misal berada di tengah-tengah kota, sehingga dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
"Tapi untuk perpindahannya sendiri di Folder Air Hitam, saya kira ini perlu dipikirkan ulang juga karena menyangkut tempatnya yang cukup jauh di sana dan menurut saya di sana kurang representatif,” ungkapnya.
Ia menggarisbawahi bahwa keberadaan pasar ramadan yang cukup jauh dari pusat kota dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat.
Sementara itu, Fuad sendiri menyampaikan preferensinya terhadap lokasi alternatif untuk dijadikan pasar ramadan mendatang.
“Sebenarnya kalau saya lebih tertarik di daerah Karang Asam. Di sana luas itu lokasinya. Dibanding ke Folder yang lumayan jauh tempatnya," bebernya.
Meski begitu, Fuad menginginkan adanya pembahasan lebih lanjut dan matang mengenai rencana pemindahan lokasi pasar ramadan.
“Diharapkan pembahasan lebih lanjut akan membuka ruang untuk pemikiran ulang dan solusi yang lebih dapat diterima oleh seluruh masyarakat Samarinda,” pungkasnya.
(Adv/Sf/Rs)