Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Shania Rizky Amalia. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Shania Rizky Amalia minta pemerintah kota (Pemkot) Samarinda maksimalkan sosialisasi penerapan e-money untuk bayar parkir.
Apalagi awal bulan Juli ini, sudah terdapat kebijakan yang mewajibkan seluruh parkir otonom yang mayoritas dikelola oleh mal dan pusat perbelanjaan untuk membayar parkir secara nontunai.
Menurutnya, penggunaan e-money untuk parkir mal lebih efisien dibanding dengan pembayaran tunai atau scan barcode.
“Kami harap seluruh masyarakat dapat mengikuti perkembangan ini, sehingga setiap tempat, termasuk area parkir, sebaiknya menggunakan sistem elektronik,” beber Shania.
Shania juga menilai, kebijakan ini dapat meminimalisasi penyalahgunaan retribusi. Terlebih seiring dengan perkembangan zaman yang semakin digital, penggunaan e-money di area mal menjadi semakin relevan dan perlu diterapkan.
Selain dari sosialisasi yang harus terus menerus berlangsung, legislator Partai Demokrat itu pun menekankan bahwa penyediaan fasilitas dalam pembelian atau top up e-money perlu ditingkatkan.
"Bank-bank yang sudah memiliki layanan e- money saya harap bisa aktif dalam penyediaannya," tutupnya.(Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Shania Rizky Amalia. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Shania Rizky Amalia minta pemerintah kota (Pemkot) Samarinda maksimalkan sosialisasi penerapan e-money untuk bayar parkir.
Apalagi awal bulan Juli ini, sudah terdapat kebijakan yang mewajibkan seluruh parkir otonom yang mayoritas dikelola oleh mal dan pusat perbelanjaan untuk membayar parkir secara nontunai.
Menurutnya, penggunaan e-money untuk parkir mal lebih efisien dibanding dengan pembayaran tunai atau scan barcode.
“Kami harap seluruh masyarakat dapat mengikuti perkembangan ini, sehingga setiap tempat, termasuk area parkir, sebaiknya menggunakan sistem elektronik,” beber Shania.
Shania juga menilai, kebijakan ini dapat meminimalisasi penyalahgunaan retribusi. Terlebih seiring dengan perkembangan zaman yang semakin digital, penggunaan e-money di area mal menjadi semakin relevan dan perlu diterapkan.
Selain dari sosialisasi yang harus terus menerus berlangsung, legislator Partai Demokrat itu pun menekankan bahwa penyediaan fasilitas dalam pembelian atau top up e-money perlu ditingkatkan.
"Bank-bank yang sudah memiliki layanan e- money saya harap bisa aktif dalam penyediaannya," tutupnya.(Adv)
(Sf/Rs)