DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Soroti Anggapan Keliru Terkait Penggunaan Vape

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 Juli 2024 pukul 14:46 WITA

    Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengungkapkan kekhawatirannya terkait pandangan keliru masyarakat mengenai penggunaan vape yang semakin marak digunakan, dengan anggapan lebih aman dibandingkan rokok. 
    Menurutnya, persepsi ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang bahaya vape.

    "Anggapan bahwa vape lebih aman dari rokok adalah keliru dan disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat. Remaja seharusnya mencari informasi yang akurat tentang bahaya vape, misalnya melalui internet," ujar Deni belum lama ini. 

    Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam memahami dan mengatasi fenomena ini, serta menyadarkan anak-anak mereka tentang bahaya vape dan rokok.

    Legislator Partai Gerindra ini juga menyoroti peran penting yang harus dimainkan oleh sekolah dalam mengedukasi para siswa mengenai bahaya penggunaan vape. 

    "Meskipun peran orang tua adalah yang utama, sekolah juga harus berperan aktif dalam memberikan edukasi guna mengurangi fenomena ini," tambahnya.

    Ia berharap adanya kolaborasi antara orang tua dan institusi pendidikan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh penggunaan vape, terutama di kalangan remaja. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Soroti Anggapan Keliru Terkait Penggunaan Vape

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 Juli 2024 pukul 14:46 WITA

    Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengungkapkan kekhawatirannya terkait pandangan keliru masyarakat mengenai penggunaan vape yang semakin marak digunakan, dengan anggapan lebih aman dibandingkan rokok. 
    Menurutnya, persepsi ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang bahaya vape.

    "Anggapan bahwa vape lebih aman dari rokok adalah keliru dan disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat. Remaja seharusnya mencari informasi yang akurat tentang bahaya vape, misalnya melalui internet," ujar Deni belum lama ini. 

    Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam memahami dan mengatasi fenomena ini, serta menyadarkan anak-anak mereka tentang bahaya vape dan rokok.

    Legislator Partai Gerindra ini juga menyoroti peran penting yang harus dimainkan oleh sekolah dalam mengedukasi para siswa mengenai bahaya penggunaan vape. 

    "Meskipun peran orang tua adalah yang utama, sekolah juga harus berperan aktif dalam memberikan edukasi guna mengurangi fenomena ini," tambahnya.

    Ia berharap adanya kolaborasi antara orang tua dan institusi pendidikan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh penggunaan vape, terutama di kalangan remaja. (Adv)

    (Sf/Rs)