DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda Sebut Keterlibatan Pelajar Penting dalam Upaya Cegah Bullying

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    12 April 2024 pukul 22:28 WITA

    Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Tria/Seputarfata.com)

    Samarinda - Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan bahwa keterlibatan dan kolaborasi di kalangan pelajar merupakan hal penting dalam upaya mencegah kasus perundungan atau bullying di sekolah. 

    Pria yang akrab disapa Deni itu menekankan pentingnya edukasi kepada siswa tentang berbagai macam, jenis, dan bentuk perilaku bullying. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang bullying akan membantu siswa dalam menetapkan batasan terhadap perilaku mereka terhadap sesama.

    “Masalah bullying bukanlah hal yang bisa dianggap remeh, mengingat dampak psikologis yang dapat ditimbulkannya bagi korban,” ungkap Deni belum lama ini.

    Oleh karena itu, baginya pencegahan bullying harus menjadi prioritas utama di lingkungan pendidikan. Dalam hal ini, peran aktif pelajar dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif sangatlah vital.

    Menurut Legislator Partai Gerindra ini, sinergitas antar pelajar merupakan fondasi utama dalam membangun lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Kolaborasi antar siswa, guru, dan pihak sekolah lainnya dapat menciptakan budaya yang menghargai perbedaan dan mengutamakan keselamatan serta kesejahteraan semua individu di lingkungan pendidikan.

    “Dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap bahaya bullying, program edukasi tentang bullying tidak hanya difokuskan pada siswa, tetapi juga melibatkan orang tua dan masyarakat secara luas,” terangnya.

    Hal tersebut dimaksudkan agar pemahaman tentang pentingnya menghormati dan mendukung satu sama lain dapat ditanamkan secara lebih luas di lingkungan masyarakat.

    Selain itu ia juga menekankan perlunya dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait dalam memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku bullying. 

    “Langkah-langkah hukuman yang konsisten dan adil dapat menjadi pelajaran atau bahkan hal yang ditakuti bagi mereka yang cenderung melakukan tindakan kekerasan terhadap sesama,” jelasnya.

    Dengan demikian, melalui sinergitas antar pelajar, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat serta dukungan dari pemerintah, diharapkan kasus bullying di sekolah dapat diminimalisir. Hal ini akan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan optimal para siswa. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda Sebut Keterlibatan Pelajar Penting dalam Upaya Cegah Bullying

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    12 April 2024 pukul 22:28 WITA

    Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Tria/Seputarfata.com)

    Samarinda - Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan bahwa keterlibatan dan kolaborasi di kalangan pelajar merupakan hal penting dalam upaya mencegah kasus perundungan atau bullying di sekolah. 

    Pria yang akrab disapa Deni itu menekankan pentingnya edukasi kepada siswa tentang berbagai macam, jenis, dan bentuk perilaku bullying. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang bullying akan membantu siswa dalam menetapkan batasan terhadap perilaku mereka terhadap sesama.

    “Masalah bullying bukanlah hal yang bisa dianggap remeh, mengingat dampak psikologis yang dapat ditimbulkannya bagi korban,” ungkap Deni belum lama ini.

    Oleh karena itu, baginya pencegahan bullying harus menjadi prioritas utama di lingkungan pendidikan. Dalam hal ini, peran aktif pelajar dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif sangatlah vital.

    Menurut Legislator Partai Gerindra ini, sinergitas antar pelajar merupakan fondasi utama dalam membangun lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Kolaborasi antar siswa, guru, dan pihak sekolah lainnya dapat menciptakan budaya yang menghargai perbedaan dan mengutamakan keselamatan serta kesejahteraan semua individu di lingkungan pendidikan.

    “Dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap bahaya bullying, program edukasi tentang bullying tidak hanya difokuskan pada siswa, tetapi juga melibatkan orang tua dan masyarakat secara luas,” terangnya.

    Hal tersebut dimaksudkan agar pemahaman tentang pentingnya menghormati dan mendukung satu sama lain dapat ditanamkan secara lebih luas di lingkungan masyarakat.

    Selain itu ia juga menekankan perlunya dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait dalam memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku bullying. 

    “Langkah-langkah hukuman yang konsisten dan adil dapat menjadi pelajaran atau bahkan hal yang ditakuti bagi mereka yang cenderung melakukan tindakan kekerasan terhadap sesama,” jelasnya.

    Dengan demikian, melalui sinergitas antar pelajar, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat serta dukungan dari pemerintah, diharapkan kasus bullying di sekolah dapat diminimalisir. Hal ini akan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan optimal para siswa. (Adv)

    (Sf/Rs)