Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Sekretaris Komisi IV DPRD, Deni Hakim Anwar. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengimbau kepada sekolah-sekolah untuk mempertimbangkan pelaksanaan kegiatan study tour ataupun darmawisata di dalam kota.
Menurutnya, Samarinda memiliki berbagai tempat wisata yang layak untuk dikunjungi, termasuk di kawasan Samarinda Utara dan daerah yang berbatsan dengan Kutai Kartanegara.
“Kami mengimbau kepada setiap sekolah, ketika memang ada kegiatan untuk study tour, mungkin tidak ada salahnya juga melakukannya di dalam kota. Kita juga memiliki beberapa tempat wisata,” ujar Deni, Selasa (14/5/2024).
Deni menambahkan, jika sekolah-sekolah memutuskan untuk melakukan study tour ke luar daerah, maka persiapannya harus dilakukan dengan sangat matang. Termasuk membuat kesepakatan atau mendapat persetujuan dengan wali dari para siswa.
“Kalau memang harus ke luar daerah, harus benar-benar dipersiapkan dengan matang. Artinya, kesepakatan dengan orang tua siswa, komite, guru, dan pengawas harus jelas. Dan harus diatur juga dengan jelas dari pergi, berangkat, di tempat, dan pulang. Semua harus jelas,” tegasnya.
Pernyatannya ini juga sebagai tanggapan dari beredarnya surat pernyataan dari sekolah yang ada di Samarinda untuk wali siswa terkait pelaksanaan darmawisata ke luar kota yang ramai di media sosial. Dalam surat pernyataan tersebut tertulis bahwa pihak sekolah tidak bertanggungjawab semisal tedapat hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Menurutnya, kesepakatan bersama antara pihak sekoah dan orang tua siswa menjadi dasar utama penyelenggaraan kegiatan sekolah, terlebih jika dilakukan di luar sekolah. Maka dari itu Deni menekankan pentingnya pengawasan yang ketat selama kegiatan berlangsung. Terlebih karena karakter anak-anak yang berbeda dengan orang dewasa. Apalagi mengatur anak-anak berbeda dengan orang dewasa.
“Banyak anak-anak yang fase bermainnya tinggi. Pengawasan harus lebih ketat dan jumlahnya diperbanyak. Apalagi seperti bermain di tepi pantai. Kita harapkan bahwa kalau memang pihak sekolah harus melaksanakan darmawisata itu di luar kota, pengawasan adalah hal yang paling penting untuk jadi perhatian,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Sekretaris Komisi IV DPRD, Deni Hakim Anwar. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengimbau kepada sekolah-sekolah untuk mempertimbangkan pelaksanaan kegiatan study tour ataupun darmawisata di dalam kota.
Menurutnya, Samarinda memiliki berbagai tempat wisata yang layak untuk dikunjungi, termasuk di kawasan Samarinda Utara dan daerah yang berbatsan dengan Kutai Kartanegara.
“Kami mengimbau kepada setiap sekolah, ketika memang ada kegiatan untuk study tour, mungkin tidak ada salahnya juga melakukannya di dalam kota. Kita juga memiliki beberapa tempat wisata,” ujar Deni, Selasa (14/5/2024).
Deni menambahkan, jika sekolah-sekolah memutuskan untuk melakukan study tour ke luar daerah, maka persiapannya harus dilakukan dengan sangat matang. Termasuk membuat kesepakatan atau mendapat persetujuan dengan wali dari para siswa.
“Kalau memang harus ke luar daerah, harus benar-benar dipersiapkan dengan matang. Artinya, kesepakatan dengan orang tua siswa, komite, guru, dan pengawas harus jelas. Dan harus diatur juga dengan jelas dari pergi, berangkat, di tempat, dan pulang. Semua harus jelas,” tegasnya.
Pernyatannya ini juga sebagai tanggapan dari beredarnya surat pernyataan dari sekolah yang ada di Samarinda untuk wali siswa terkait pelaksanaan darmawisata ke luar kota yang ramai di media sosial. Dalam surat pernyataan tersebut tertulis bahwa pihak sekolah tidak bertanggungjawab semisal tedapat hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Menurutnya, kesepakatan bersama antara pihak sekoah dan orang tua siswa menjadi dasar utama penyelenggaraan kegiatan sekolah, terlebih jika dilakukan di luar sekolah. Maka dari itu Deni menekankan pentingnya pengawasan yang ketat selama kegiatan berlangsung. Terlebih karena karakter anak-anak yang berbeda dengan orang dewasa. Apalagi mengatur anak-anak berbeda dengan orang dewasa.
“Banyak anak-anak yang fase bermainnya tinggi. Pengawasan harus lebih ketat dan jumlahnya diperbanyak. Apalagi seperti bermain di tepi pantai. Kita harapkan bahwa kalau memang pihak sekolah harus melaksanakan darmawisata itu di luar kota, pengawasan adalah hal yang paling penting untuk jadi perhatian,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)