DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Sebut Bansos Uang Tak Efektif, Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda: Sering dibelikan rokok

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 Februari 2024 pukul 11:27 WITA

    Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar menyampaikan, sebagian orang menganggap bantuan sosial berupa uang tunai lebih efektif diberikan ketimbang barang. 

    Sebab, menurut sebagian orang itu, kebutuhan bagi masing-masing individu berbeda. Jika diberi uang tunai, maka individu itu dapat mengatur sendiri apa yang jadi prioritas kebutuhannya untuk dipenuhi.

    “Karena, kita sudah banyak menemukan kasus, dalam memberikan bantuan sosial (bansos) berupa uang, yang harusnya dibelikan bahan sembako, tapi dibelikan ke keperluan yang lain, rokok misalnya,” kata Deni, Senin (23/2/2024).

    Sehingga menurutnya, upaya penurunan angka kemiskinan ekstrem memang harus memenuhi sandang, pangan dan papan. Terlebih Komisi IV juga telah menerima laporan soal bansos uang yang tak tepat guna. 

    “Kita lihat, banyak kasus bansos ini dibelikan seperti narkoba, makanya hal ini yang ingin kita hindari kan,” katanya. 

    Jika dilihat dari segi pangan, pemerintah dapat melakukan upaya, salah satunya lewat Pengadaan bahan pokok penting (bapokting) di warung Kelompok Usaha Bersama (Kube). 

    Pengadaan ini merupakan kewajiban Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) sebagai langkah mewujudkan penurunan angka kemiskinan ekstrem.

    “Kita berikan pangannya dulu, jadi ketika kita berikan uang maka kebutuhan pangannya tidak terpenuhi. Tapi kebutuhan lainnya terpenuhi dulu,” tuturnya.

    Langkah ini kata Deni, sekaligus sebagai upaya pemberian bansos tepat sasaran. Mekanisme pembelian di warung kube yang menggunakan voucher juga merupakan hal yang tepat. Di mana tak sembarang orang bisa berbelanja di sana. 

    Kedepan, jika pemerintah mengadakan kembali warung kube ini, ia berharap dapat berjalan dengan maksimal. Tak hanya bahan pokok saja, Deni meminta bisa ditambahkan juga sayuran. 

    “Misal Dinsos PM belinya di petani lokal, artinya kita selain untuk memenuhi kebutuhan gizi, juga membantu berputarnya perekonomian,” jelasnya.(ADV)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Sebut Bansos Uang Tak Efektif, Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda: Sering dibelikan rokok

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 Februari 2024 pukul 11:27 WITA

    Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar menyampaikan, sebagian orang menganggap bantuan sosial berupa uang tunai lebih efektif diberikan ketimbang barang. 

    Sebab, menurut sebagian orang itu, kebutuhan bagi masing-masing individu berbeda. Jika diberi uang tunai, maka individu itu dapat mengatur sendiri apa yang jadi prioritas kebutuhannya untuk dipenuhi.

    “Karena, kita sudah banyak menemukan kasus, dalam memberikan bantuan sosial (bansos) berupa uang, yang harusnya dibelikan bahan sembako, tapi dibelikan ke keperluan yang lain, rokok misalnya,” kata Deni, Senin (23/2/2024).

    Sehingga menurutnya, upaya penurunan angka kemiskinan ekstrem memang harus memenuhi sandang, pangan dan papan. Terlebih Komisi IV juga telah menerima laporan soal bansos uang yang tak tepat guna. 

    “Kita lihat, banyak kasus bansos ini dibelikan seperti narkoba, makanya hal ini yang ingin kita hindari kan,” katanya. 

    Jika dilihat dari segi pangan, pemerintah dapat melakukan upaya, salah satunya lewat Pengadaan bahan pokok penting (bapokting) di warung Kelompok Usaha Bersama (Kube). 

    Pengadaan ini merupakan kewajiban Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) sebagai langkah mewujudkan penurunan angka kemiskinan ekstrem.

    “Kita berikan pangannya dulu, jadi ketika kita berikan uang maka kebutuhan pangannya tidak terpenuhi. Tapi kebutuhan lainnya terpenuhi dulu,” tuturnya.

    Langkah ini kata Deni, sekaligus sebagai upaya pemberian bansos tepat sasaran. Mekanisme pembelian di warung kube yang menggunakan voucher juga merupakan hal yang tepat. Di mana tak sembarang orang bisa berbelanja di sana. 

    Kedepan, jika pemerintah mengadakan kembali warung kube ini, ia berharap dapat berjalan dengan maksimal. Tak hanya bahan pokok saja, Deni meminta bisa ditambahkan juga sayuran. 

    “Misal Dinsos PM belinya di petani lokal, artinya kita selain untuk memenuhi kebutuhan gizi, juga membantu berputarnya perekonomian,” jelasnya.(ADV)

    (Sf/Rs)