Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Direktur Koran Kaltim, Desman Minang Endianto (kiri) didampingi oleh Direktur Seputar Fakta, Maruly Z (kanan) menyerahkan daging sapi kepada Pengasuh Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Tenggarong, Izatul Fitriah. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Anhar, menyambut positif rencana pengadaan transportasi massal seperti Bus Rapid Transit (BRT).
Meski begitu, Anhar memberikan beberapa catatan penting terkait infrastruktur yang perlu dibenahi terlebih dahulu sebelum transportasi itu direalisasikan.
"Jalan dibenahi, dan infrastruktur dibenahi dulu, banjir dibenahi dulu," ujar Anhar.
Selain itu, Anhar menanggapi sistem yang akan digunakan saat bus BRT beroperasi. Menurutnya, baik sistem beli layanan maupun mengelola sendiri memiliki konsekuensi dan kelebihan serta kekurangannya masing-masing.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kajian yang jelas sebelum membuat keputusan untuk merealisasikan BRT.
"Segmen dan rutenya juga perlu diperhitungkan," tuturnya.
Dengan perbaikan infrastruktur dan kajian yang matang, Politisi PDI Perjuangan itu berharap persiapan dan penerapan BRT dapat berjalan lancar dan memberikan solusi efektif untuk mengatasi kemacetan serta meningkatkan kualitas transportasi di Samarinda.
"Nah makanya nanti harus dengan kajian yang jelas. Kalau saya sih, konsepnya mau bagaimanapun terserah mana yang bagus," tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perbaikan jalan dan penanganan banjir adalah prioritas utama meskipun intensitas banjir sudah mulai berkurang. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Direktur Koran Kaltim, Desman Minang Endianto (kiri) didampingi oleh Direktur Seputar Fakta, Maruly Z (kanan) menyerahkan daging sapi kepada Pengasuh Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Tenggarong, Izatul Fitriah. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Anhar, menyambut positif rencana pengadaan transportasi massal seperti Bus Rapid Transit (BRT).
Meski begitu, Anhar memberikan beberapa catatan penting terkait infrastruktur yang perlu dibenahi terlebih dahulu sebelum transportasi itu direalisasikan.
"Jalan dibenahi, dan infrastruktur dibenahi dulu, banjir dibenahi dulu," ujar Anhar.
Selain itu, Anhar menanggapi sistem yang akan digunakan saat bus BRT beroperasi. Menurutnya, baik sistem beli layanan maupun mengelola sendiri memiliki konsekuensi dan kelebihan serta kekurangannya masing-masing.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kajian yang jelas sebelum membuat keputusan untuk merealisasikan BRT.
"Segmen dan rutenya juga perlu diperhitungkan," tuturnya.
Dengan perbaikan infrastruktur dan kajian yang matang, Politisi PDI Perjuangan itu berharap persiapan dan penerapan BRT dapat berjalan lancar dan memberikan solusi efektif untuk mengatasi kemacetan serta meningkatkan kualitas transportasi di Samarinda.
"Nah makanya nanti harus dengan kajian yang jelas. Kalau saya sih, konsepnya mau bagaimanapun terserah mana yang bagus," tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perbaikan jalan dan penanganan banjir adalah prioritas utama meskipun intensitas banjir sudah mulai berkurang. (Adv)
(Sf/Rs)