DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Samarinda Kejar KLA 2025, DPRD Tegaskan Anak Jalanan Jadi Tantangan

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    12 Juni 2025 pukul 21:11 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syaronny Pasie (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus melakukan pembenahan terhadap penilaian Kawasan Layak Anak (KLA) 2025 yang akan dilaksanakan pada 16 Juni mendatang. Namun ada tantangan besar yakni Anak Jalanan (Anjal) yang kerap ditemui di persimpangan lampu merah di Kota Tepian.

    "Ini menjadi catatan bersama dalam penilaian KLA nanti, jika satu kota masih ada Anjal tentu akan berpengaruh," ungkap Novan sapaannya, Kamis (12/6/2025).

    Menurut Novan, pemerintah perlu mengambil tindakan yang representatif agar penanganan anak yang masih berseliweran di jalanan dapat dientaskan. Hal ini juga merujuk pada langkah-langkah yang dilakukan secara menyeluruh, luas, dan terperinci agar tidak mempengaruhi penilaian nantinya.

    "Setiap OPD punya leading sektor yang saling berkaitan, mulai dari Satpol PP, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak hingga Dishub dan juga instansi lainnya pun punya peran penting dalam penilaian KLA," jelasnya.

    Apalagi, penilaian itu mencakup 5 klaster yang harus dipenuhi untuk menetapkan standarisasi kawasan kota Samarinda layak anak. Sehingga, diharapkan Tupoksi daripada OPD dapat berjalan maksimal untuk memenuhi seluruh aspek penilaian.

    "Ini menjadi perhatian kita agar setiap instansi dapat bekerja dengan maksimal, karena ada beberapa kekurangan yang harus diselesaikan untuk memenuhi seluruh poin penilaian," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Samarinda Kejar KLA 2025, DPRD Tegaskan Anak Jalanan Jadi Tantangan

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    12 Juni 2025 pukul 21:11 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syaronny Pasie (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus melakukan pembenahan terhadap penilaian Kawasan Layak Anak (KLA) 2025 yang akan dilaksanakan pada 16 Juni mendatang. Namun ada tantangan besar yakni Anak Jalanan (Anjal) yang kerap ditemui di persimpangan lampu merah di Kota Tepian.

    "Ini menjadi catatan bersama dalam penilaian KLA nanti, jika satu kota masih ada Anjal tentu akan berpengaruh," ungkap Novan sapaannya, Kamis (12/6/2025).

    Menurut Novan, pemerintah perlu mengambil tindakan yang representatif agar penanganan anak yang masih berseliweran di jalanan dapat dientaskan. Hal ini juga merujuk pada langkah-langkah yang dilakukan secara menyeluruh, luas, dan terperinci agar tidak mempengaruhi penilaian nantinya.

    "Setiap OPD punya leading sektor yang saling berkaitan, mulai dari Satpol PP, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak hingga Dishub dan juga instansi lainnya pun punya peran penting dalam penilaian KLA," jelasnya.

    Apalagi, penilaian itu mencakup 5 klaster yang harus dipenuhi untuk menetapkan standarisasi kawasan kota Samarinda layak anak. Sehingga, diharapkan Tupoksi daripada OPD dapat berjalan maksimal untuk memenuhi seluruh aspek penilaian.

    "Ini menjadi perhatian kita agar setiap instansi dapat bekerja dengan maksimal, karena ada beberapa kekurangan yang harus diselesaikan untuk memenuhi seluruh poin penilaian," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Rs)