Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Abdul Rohim mengimbau pada pemerintah kota bahwa prioritas tujuan dari program adalah memberikan manfaat pada masyarakat.
Ia menerangkan, program yang disusun dalam realisasinya dapat menunjang tujuan lain yang lebih besar.
Maka dari itu sangat penting untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dalam penyusunan program.
“Program kerja itu kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membantu pada pencapaian besarnya,” ujar Rohim, Rabu (26/6/2024).
Menurutnya, sejauh ini program yang berjalan hanya terhenti pada target capaian, tanpa melihat dampak setelah program itu terealisasikan. Dalam artian program tersebut lebih mementingkan kuantitas ketimbang dengan kualitasnya.
Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menginginkan dalam penyusunan program pemerintah kota kedepan lebih mementingkan kemaslahatan masyarakat.
Di mana masyarakat harus banyak merasakan dampak positifnya, baik secara sosial dan ekonomi.
“Saya memastikan ini tidak hanya terhenti pada output awalnya saja seperti hanya selesai kegiatan dan berjalan. Yang paling penting adalah dampak yang dirasakan oleh masyarakat Samarinda," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Abdul Rohim mengimbau pada pemerintah kota bahwa prioritas tujuan dari program adalah memberikan manfaat pada masyarakat.
Ia menerangkan, program yang disusun dalam realisasinya dapat menunjang tujuan lain yang lebih besar.
Maka dari itu sangat penting untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dalam penyusunan program.
“Program kerja itu kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membantu pada pencapaian besarnya,” ujar Rohim, Rabu (26/6/2024).
Menurutnya, sejauh ini program yang berjalan hanya terhenti pada target capaian, tanpa melihat dampak setelah program itu terealisasikan. Dalam artian program tersebut lebih mementingkan kuantitas ketimbang dengan kualitasnya.
Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menginginkan dalam penyusunan program pemerintah kota kedepan lebih mementingkan kemaslahatan masyarakat.
Di mana masyarakat harus banyak merasakan dampak positifnya, baik secara sosial dan ekonomi.
“Saya memastikan ini tidak hanya terhenti pada output awalnya saja seperti hanya selesai kegiatan dan berjalan. Yang paling penting adalah dampak yang dirasakan oleh masyarakat Samarinda," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)