DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Respons Kemiskinan Ekstrem, Sri Puji Astuti: Harus ada peningkatan kompetensi SDM

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    05 Maret 2024 pukul 16:49 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti merespons serius isu kemiskinan ekstrem yang kini masih menjadi sorotan. Ia menyuarakan solusi yang komprehensif. 

    Perhatian serius harus diarahkan pada potensi meningkatnya angka kemiskinan ekstrem apabila sektor ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan tidak mengalami peningkatan.

    Tidak hanya menjadi prioritas daerah, namun juga mendapat instruksi tegas dari Kementerian Dalam Negeri untuk menanggulangi permasalahan ini secara nasional.

    Dengan jumlah penduduk miskin mencapai 9000 jiwa di Kota Samarinda, kini hanya tersisa sekitar 1200-an kepala keluarga (KK) yang termasuk dalam kategori rentan miskin.

    Menurutnya tidak hanya tergantung pada bantuan sosial, melainkan juga melalui peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), pembukaan lowongan kerja, serta pelatihan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

    “Fokus pada peningkatan permodalan juga menjadi kunci penting dalam mengatasi tantangan ini,” kata Puji, Senin (4/3/2024). 

    Mengakui bahwa sebagian besar individu miskin berasal dari daerah-daerah yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi. 

    “Infrastruktur bukanlah satu-satunya prioritas, melainkan juga perlu membangun dan memperkuat jaringan sosial di masyarakat,” ujarnya. 

    Puji menegaskan bahwa peningkatan kompetensi individu miskin merupakan langkah krusial dalam menjawab tantangan ini dengan efektif.

    (Adv/Sf/RS)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Respons Kemiskinan Ekstrem, Sri Puji Astuti: Harus ada peningkatan kompetensi SDM

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    05 Maret 2024 pukul 16:49 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti merespons serius isu kemiskinan ekstrem yang kini masih menjadi sorotan. Ia menyuarakan solusi yang komprehensif. 

    Perhatian serius harus diarahkan pada potensi meningkatnya angka kemiskinan ekstrem apabila sektor ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan tidak mengalami peningkatan.

    Tidak hanya menjadi prioritas daerah, namun juga mendapat instruksi tegas dari Kementerian Dalam Negeri untuk menanggulangi permasalahan ini secara nasional.

    Dengan jumlah penduduk miskin mencapai 9000 jiwa di Kota Samarinda, kini hanya tersisa sekitar 1200-an kepala keluarga (KK) yang termasuk dalam kategori rentan miskin.

    Menurutnya tidak hanya tergantung pada bantuan sosial, melainkan juga melalui peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), pembukaan lowongan kerja, serta pelatihan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

    “Fokus pada peningkatan permodalan juga menjadi kunci penting dalam mengatasi tantangan ini,” kata Puji, Senin (4/3/2024). 

    Mengakui bahwa sebagian besar individu miskin berasal dari daerah-daerah yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi. 

    “Infrastruktur bukanlah satu-satunya prioritas, melainkan juga perlu membangun dan memperkuat jaringan sosial di masyarakat,” ujarnya. 

    Puji menegaskan bahwa peningkatan kompetensi individu miskin merupakan langkah krusial dalam menjawab tantangan ini dengan efektif.

    (Adv/Sf/RS)