DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Rehab Bangunan SDN 001 Samarinda Disorot DPRD, Anhar : Pembangunan Itu Untuk Tambah Kelas Bukan Dikurangi

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    22 Oktober 2025 pukul 21:11 WITA

    Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar. (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Anhar menyoroti pengurangan ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 001. Mulanya sekolah ini memiliki 24 ruangan, akan tetapi setelah dilakukan rehabilitas berkurang menjadi 22 ruang kelas.

    "Ini kan aneh juga, harusnya pembangunan itu menambah kelas, malahan mengurangi," ujar Anhar, Rabu (22/10/2025).

    Apalagi, sistem pendidikan khusus di sekolah negeri, sudah menerapkan aturan domisili. Di mana sistem ini mengutamakan kedekatan tempat tinggal dengan sekolah.

    Menurut Anhar, pertumbuhan penduduk disetiap wilayah di Samarinda terus meningkat. Jika tidak diimbangi dengan ketersedian ruang kelas, maka peserta didik tentu akan sulit mengakses pendidikan nantinya.

    "Setiap tahun penduduk selalu bertambah, terus bagaimana kita memastikan kecukupan kapasitas untuk mengakomodir anak didik kita ke depan," imbuhnya.

    Hal ini juga menjadi catatan bagi komisi IV untuk mengevaluasi pembangunan fisik setiap sekolah, baik diperkotaan maupun dipinggiran Kota Samarinda.

    "Ini semua menjadi bahan pertimbangan lembaga DPRD untuk memanggil dinas terkait. Supaya ada evaluasi mendalam terhadap pembangunan infrastruktur sekolah," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Rehab Bangunan SDN 001 Samarinda Disorot DPRD, Anhar : Pembangunan Itu Untuk Tambah Kelas Bukan Dikurangi

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    22 Oktober 2025 pukul 21:11 WITA

    Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar. (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Anhar menyoroti pengurangan ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 001. Mulanya sekolah ini memiliki 24 ruangan, akan tetapi setelah dilakukan rehabilitas berkurang menjadi 22 ruang kelas.

    "Ini kan aneh juga, harusnya pembangunan itu menambah kelas, malahan mengurangi," ujar Anhar, Rabu (22/10/2025).

    Apalagi, sistem pendidikan khusus di sekolah negeri, sudah menerapkan aturan domisili. Di mana sistem ini mengutamakan kedekatan tempat tinggal dengan sekolah.

    Menurut Anhar, pertumbuhan penduduk disetiap wilayah di Samarinda terus meningkat. Jika tidak diimbangi dengan ketersedian ruang kelas, maka peserta didik tentu akan sulit mengakses pendidikan nantinya.

    "Setiap tahun penduduk selalu bertambah, terus bagaimana kita memastikan kecukupan kapasitas untuk mengakomodir anak didik kita ke depan," imbuhnya.

    Hal ini juga menjadi catatan bagi komisi IV untuk mengevaluasi pembangunan fisik setiap sekolah, baik diperkotaan maupun dipinggiran Kota Samarinda.

    "Ini semua menjadi bahan pertimbangan lembaga DPRD untuk memanggil dinas terkait. Supaya ada evaluasi mendalam terhadap pembangunan infrastruktur sekolah," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)