DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Puji Sebut Masih Banyak Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak yang Belum Terungkap

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    09 Juli 2024 pukul 19:14 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti menyebut masih banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang belum terungkap. 

    Data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) pada tahun 2023-2024 menunjukkan peningkatan signifikan dalam laporan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

    Puji menyatakan bahwa meskipun sudah banyak laporan yang masuk, angka tersebut kemungkinan hanya puncak dari keseluruhan kasus yang sebenarnya terjadi di masyarakat. 

    "Kita harus menyadari bahwa banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang belum terungkap. Ini mirip dengan fenomena gunung es, di mana hanya sebagian kecil yang terlihat di permukaan," ujar Puji.

    Menurutnya, peningkatan laporan ini tidak sepenuhnya negatif. Sebaliknya, ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam melaporkan kasus KDRT sudah mulai meningkat. 

    "Masyarakat sebagai pelopor dan pelapor untuk kasus KDRT ini sudah bagus. Ini adalah langkah penting dalam upaya mengatasi dan mengurangi kekerasan dalam rumah tangga," tambahnya.

    Ia sangat mengapresiasi peran masyarakat yang semakin aktif dalam melaporkan kasus-kasus kekerasan. 

    Hal ini, menurutnya, merupakan hasil dari kampanye kesadaran yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi non-pemerintah. 

    "Kesadaran masyarakat akan pentingnya melaporkan kasus kekerasan adalah hasil dari kerja keras kita semua dalam mengedukasi dan memberikan pemahaman tentang pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak," katanya.

    Namun di sisi lain ia juga menekankan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan semua kasus kekerasan dapat terungkap dan ditangani dengan baik. 

    Ia mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak. 

    "Tidak boleh ada satu pun kasus yang terlewat atau tidak ditangani dengan serius," tegasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Puji Sebut Masih Banyak Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak yang Belum Terungkap

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    09 Juli 2024 pukul 19:14 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti menyebut masih banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang belum terungkap. 

    Data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) pada tahun 2023-2024 menunjukkan peningkatan signifikan dalam laporan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

    Puji menyatakan bahwa meskipun sudah banyak laporan yang masuk, angka tersebut kemungkinan hanya puncak dari keseluruhan kasus yang sebenarnya terjadi di masyarakat. 

    "Kita harus menyadari bahwa banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang belum terungkap. Ini mirip dengan fenomena gunung es, di mana hanya sebagian kecil yang terlihat di permukaan," ujar Puji.

    Menurutnya, peningkatan laporan ini tidak sepenuhnya negatif. Sebaliknya, ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam melaporkan kasus KDRT sudah mulai meningkat. 

    "Masyarakat sebagai pelopor dan pelapor untuk kasus KDRT ini sudah bagus. Ini adalah langkah penting dalam upaya mengatasi dan mengurangi kekerasan dalam rumah tangga," tambahnya.

    Ia sangat mengapresiasi peran masyarakat yang semakin aktif dalam melaporkan kasus-kasus kekerasan. 

    Hal ini, menurutnya, merupakan hasil dari kampanye kesadaran yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi non-pemerintah. 

    "Kesadaran masyarakat akan pentingnya melaporkan kasus kekerasan adalah hasil dari kerja keras kita semua dalam mengedukasi dan memberikan pemahaman tentang pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak," katanya.

    Namun di sisi lain ia juga menekankan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan semua kasus kekerasan dapat terungkap dan ditangani dengan baik. 

    Ia mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak. 

    "Tidak boleh ada satu pun kasus yang terlewat atau tidak ditangani dengan serius," tegasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)