Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Amad Vananzda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wakil Ketua DPRD Samarinda, Ahmad Vananzda, menyoroti berbagai permasalahan yang masih menjadi keluhan masyarakat di seluruh daerah pemilihan (dapil) di kota ini.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi warga hampir seragam di berbagai wilayah, terutama terkait kebutuhan dasar.
“Saya pikir kalau masalah hampir sama di seluruh Samarinda. Kita tidak lagi bicara soal dapil, karena semua anggota dewan ketika turun saat reses atau sosialisasi peraturan daerah menemukan permasalahan yang itu-itu saja,” ujar Vananzda.
Ia menyebut beberapa isu utama yang kerap menjadi keluhan warga, antara lain masalah air bersih, listrik, infrastruktur, pendidikan, serta sosial.
Ketika masa masuk sekolah, sebutnya, pasti yang dikeluhkan soal zonasi dan lainnya. Lalu ntuk kebutuhan sehari-hari, salah satunya adalah LPG.
"Misalnya, pendistribusian Pertamina yang tidak merata, tabung gas tersedia dalam jumlah banyak di wilayah dengan penduduk sedikit, sedangkan di daerah padat masyarakat sulit mendapatkannya,” jelasnya.
Selain itu, persoalan kesehatan dan keamanan juga menjadi perhatian. Meski terdapat beberapa perbedaan di setiap wilayah, menurutnya secara umum permasalahannya tetap sama.
Meski begitu, Vananzda mengapresiasi upaya Pemkot Samarinda dalam menangani permasalahan tersebut, meskipun ia menyadari bahwa kepuasan masyarakat tidak dapat dicapai secara penuh dalam waktu singkat.
“Pastilah Pemkot sudah berusaha, tapi masyarakat juga tidak bisa langsung 100 persen puas,” ungkapnya.
Ia mencontohkan program Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) yang menurutnya sangat membantu warga dalam mendapatkan bantuan lebih cepat.
“Dulu sebelum ada Probebaya, masyarakat sulit mendapat bantuan langsung. Mereka harus melalui proses panjang dari kelurahan hingga kecamatan, apalagi jika membutuhkan persetujuan wali kota," terangnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menilai, dengan adanya Probebaya, berbagai perbaikan kecil drainase, kemudian renovasi masjid, hingga bantuan bagi warga kurang mampu bisa lebih cepat direalisasikan, yang tentunya tetap berjalan sesuai aturan.
Vananzda berharap agar Pemkot Samarinda terus meningkatkan pelayanan dan distribusi sumber daya secara lebih merata agar seluruh warga dapat merasakan manfaat pembangunan secara optimal. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Amad Vananzda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wakil Ketua DPRD Samarinda, Ahmad Vananzda, menyoroti berbagai permasalahan yang masih menjadi keluhan masyarakat di seluruh daerah pemilihan (dapil) di kota ini.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi warga hampir seragam di berbagai wilayah, terutama terkait kebutuhan dasar.
“Saya pikir kalau masalah hampir sama di seluruh Samarinda. Kita tidak lagi bicara soal dapil, karena semua anggota dewan ketika turun saat reses atau sosialisasi peraturan daerah menemukan permasalahan yang itu-itu saja,” ujar Vananzda.
Ia menyebut beberapa isu utama yang kerap menjadi keluhan warga, antara lain masalah air bersih, listrik, infrastruktur, pendidikan, serta sosial.
Ketika masa masuk sekolah, sebutnya, pasti yang dikeluhkan soal zonasi dan lainnya. Lalu ntuk kebutuhan sehari-hari, salah satunya adalah LPG.
"Misalnya, pendistribusian Pertamina yang tidak merata, tabung gas tersedia dalam jumlah banyak di wilayah dengan penduduk sedikit, sedangkan di daerah padat masyarakat sulit mendapatkannya,” jelasnya.
Selain itu, persoalan kesehatan dan keamanan juga menjadi perhatian. Meski terdapat beberapa perbedaan di setiap wilayah, menurutnya secara umum permasalahannya tetap sama.
Meski begitu, Vananzda mengapresiasi upaya Pemkot Samarinda dalam menangani permasalahan tersebut, meskipun ia menyadari bahwa kepuasan masyarakat tidak dapat dicapai secara penuh dalam waktu singkat.
“Pastilah Pemkot sudah berusaha, tapi masyarakat juga tidak bisa langsung 100 persen puas,” ungkapnya.
Ia mencontohkan program Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) yang menurutnya sangat membantu warga dalam mendapatkan bantuan lebih cepat.
“Dulu sebelum ada Probebaya, masyarakat sulit mendapat bantuan langsung. Mereka harus melalui proses panjang dari kelurahan hingga kecamatan, apalagi jika membutuhkan persetujuan wali kota," terangnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menilai, dengan adanya Probebaya, berbagai perbaikan kecil drainase, kemudian renovasi masjid, hingga bantuan bagi warga kurang mampu bisa lebih cepat direalisasikan, yang tentunya tetap berjalan sesuai aturan.
Vananzda berharap agar Pemkot Samarinda terus meningkatkan pelayanan dan distribusi sumber daya secara lebih merata agar seluruh warga dapat merasakan manfaat pembangunan secara optimal. (Adv)
(Sf/Rs)