Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Abdul Rohim, menekankan pentingnya perhatian serius terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Samarinda.
Menurutnya perhatian terhadap UMKM tidak boleh hanya sekedar basa-basi, melainkan harus menjadi prioritas yang mendapatkan perhatian dan solusi nyata.
“Seperti pesan dari Wali Kota, bahwa perhatian ke pelaku UMKM bukan basa-basi saja dan ini adalah bagian yang kita anggap trigger sehingga benar-benar harus diperhatikan,” ujar Rohim pada Seputar Fakta usai pembukaan Gebyar UKM di GOR Kadrie Oening, Rabu (10/7/2024) malam.
Menurutnya, UMKM adalah tulang punggung perekonomian yang memerlukan perhatian khusus, baik dalam bentuk kebijakan maupun bantuan langsung untuk mengatasi berbagai masalah yang mereka hadapi.
Rohim juga mengapresiasi pencapaian 17.000 UMKM di Samarinda yang dianggap sebagai hasil dari target yang dicanangkan dalam 10 program prioritas wali kota.
Namun, ia mengingatkan bahwa data tersebut tidak boleh hanya terpatok pada catatan yang ada di Online Single Submission (OSS).
"Artinya, pemerintah kota harus evaluasi lagi karena seringkali data ini berbeda dengan faktualnya. Misalnya, data menunjukkan 10 ribu tetapi UMKM yang sehat dan sudah berjalan baru 5 ribu," jelasnya.
Ia berharap, angka 17.000 tersebut menggambarkan UMKM yang benar-benar sehat dan mandiri, bukan hanya yang memiliki izin OSS saja.
Evaluasi dan pembenahan data UMKM dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan dan kemandirian usaha-usaha kecil ini di masa depan. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Abdul Rohim, menekankan pentingnya perhatian serius terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Samarinda.
Menurutnya perhatian terhadap UMKM tidak boleh hanya sekedar basa-basi, melainkan harus menjadi prioritas yang mendapatkan perhatian dan solusi nyata.
“Seperti pesan dari Wali Kota, bahwa perhatian ke pelaku UMKM bukan basa-basi saja dan ini adalah bagian yang kita anggap trigger sehingga benar-benar harus diperhatikan,” ujar Rohim pada Seputar Fakta usai pembukaan Gebyar UKM di GOR Kadrie Oening, Rabu (10/7/2024) malam.
Menurutnya, UMKM adalah tulang punggung perekonomian yang memerlukan perhatian khusus, baik dalam bentuk kebijakan maupun bantuan langsung untuk mengatasi berbagai masalah yang mereka hadapi.
Rohim juga mengapresiasi pencapaian 17.000 UMKM di Samarinda yang dianggap sebagai hasil dari target yang dicanangkan dalam 10 program prioritas wali kota.
Namun, ia mengingatkan bahwa data tersebut tidak boleh hanya terpatok pada catatan yang ada di Online Single Submission (OSS).
"Artinya, pemerintah kota harus evaluasi lagi karena seringkali data ini berbeda dengan faktualnya. Misalnya, data menunjukkan 10 ribu tetapi UMKM yang sehat dan sudah berjalan baru 5 ribu," jelasnya.
Ia berharap, angka 17.000 tersebut menggambarkan UMKM yang benar-benar sehat dan mandiri, bukan hanya yang memiliki izin OSS saja.
Evaluasi dan pembenahan data UMKM dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan dan kemandirian usaha-usaha kecil ini di masa depan. (Adv)
(Sf/Rs)