DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Penertiban PKL di Samarinda Dengan Cara Humanis, DPRD Sebut Perlu Duduk Bersama Cari Solusi

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    20 Oktober 2025 pukul 14:38 WITA

    Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullh (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menyoroti aktifitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di beberapa titik lokasi, terutama di Jalan Selamet Riyadi.

    Upaya penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pun sudah dilakukan baik yang berada di trotoar dan area terbuka lainnya. Hanya para pedagang kembali lagi dilokasi yang tidak diperuntukan untuk berdagang.

    "Sebenarnya Satpol PP sudah bekerja untuk menjaga lingkungan di Kota Samarinda bersih. Tetapi kita tidak bisa menyalahkan pihak PKL juga, karena mereka hanya ingin berusaha," ujar Helmi, Senin (20/10/2025).

    Menurut Helmi, peneritiban harus dilakukan secara humanis. Dengan duduk bersama antara pemerintah dan pada pedagang untuk mencri solusi yang konkrit.

    "Saya kira perlu duduk bersama antara pemerintah dan para pengusaha untuk diskusi dengan baik," tuturnya.

    Meskipun Satpol PP hanya menjalankan tugas sesuai Praturan Daerah (Perda) yang diberlakukan oleh pemerintah, namun jika dilakukan penindakan tanpa ada komunikasi yang baik maka akan terjadi konflik yang berkepanjangan.

    Dengan demikian, diharapkan pemerintah bisa mencari solusi jangka panjang agar kedua belah pihak bida berjalan beriringan.

    "Yang satu menjalankan Perda dan satunya lagi mencari nafkah, tentu harus ada maka perlu duduk satu meja dan dicarikan solusinya," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Penertiban PKL di Samarinda Dengan Cara Humanis, DPRD Sebut Perlu Duduk Bersama Cari Solusi

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    20 Oktober 2025 pukul 14:38 WITA

    Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullh (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menyoroti aktifitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di beberapa titik lokasi, terutama di Jalan Selamet Riyadi.

    Upaya penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pun sudah dilakukan baik yang berada di trotoar dan area terbuka lainnya. Hanya para pedagang kembali lagi dilokasi yang tidak diperuntukan untuk berdagang.

    "Sebenarnya Satpol PP sudah bekerja untuk menjaga lingkungan di Kota Samarinda bersih. Tetapi kita tidak bisa menyalahkan pihak PKL juga, karena mereka hanya ingin berusaha," ujar Helmi, Senin (20/10/2025).

    Menurut Helmi, peneritiban harus dilakukan secara humanis. Dengan duduk bersama antara pemerintah dan pada pedagang untuk mencri solusi yang konkrit.

    "Saya kira perlu duduk bersama antara pemerintah dan para pengusaha untuk diskusi dengan baik," tuturnya.

    Meskipun Satpol PP hanya menjalankan tugas sesuai Praturan Daerah (Perda) yang diberlakukan oleh pemerintah, namun jika dilakukan penindakan tanpa ada komunikasi yang baik maka akan terjadi konflik yang berkepanjangan.

    Dengan demikian, diharapkan pemerintah bisa mencari solusi jangka panjang agar kedua belah pihak bida berjalan beriringan.

    "Yang satu menjalankan Perda dan satunya lagi mencari nafkah, tentu harus ada maka perlu duduk satu meja dan dicarikan solusinya," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)