DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Pemkot Terapkan Beauty Contest Lelang Kelola Parkir Pasar Pagi, DPRD Harap Buka Peluang Seluruh Perusahaan Lokal

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    13 Oktober 2025 pukul 15:05 WITA

    Anggota komisi III DPRD Kota Samarinda, Maswedi (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bakal menggunakan sistem beauty contest dalam pengelolaan parkir di Pasar Pagi Samarinda.

    Hal ini pun mendapat dukungan penuh Anggota DPRD Kota Samarinda, Maswedi. Menurutnya, pengelolaan parkir akan segera beroperasi dengan sistem baru. Tidak lagi menggunakan pola lama, parkir di kawasan strategis tersebut kini akan dikelola oleh pihak ketiga dengan metode modern dan berbasis digital. 

    Dengan demikian, mekanisme beauty contest memberikan peluang bagi seluruh perusahaan baik lokal maupun nasional secara adil dan trasparans.

    "Kami mendukung langkah pemerintah ini, karena cari ini melibatkan peran serta masyarakat dalam mengelola parkir dengan adanya beauty contest," kata Maswedi, Senin (13/10/2025).

    Maswedi mengatakan, seleksi terbuka ini tidak boleh dilakukan secara asal. Pemilihan operator bardasarkan indikator yang jelas dan terukur. Seperti kepatuhan terhadap kewajiban pajak, rekam jejak pengelolaan parkir, kemampuan digitalisasi sistem, serta kesiapan finansial dalam menyediakan peralatan operasional.

    "Pemilihan harus selektif dan jangan sampai sebatas formalitas saja. Penilaian harus memenuhi standar agar tetap berjalan adil dan transparan," tegasnya. 

    Keberadaan sistem parkir modern ini, diharapkan selaras dengan visi Pemkot Samarinda menambah retribusi pemasukan bagi daerah.

    Selain itu, soal efisiensi dan modernisasi, Maswedi juga menyoroti pentingnya aspek sosial dalam pelaksanaan sistem baru tersebut. 

    Pengelola, ditekankan tetap memperhatikan keberadaan juru parkir (jukir) agar tetap diberdayakan secara layak di bawah pengawasan profesional.

    "Tentu kita harus memberdayakan mereka juga, mengingat tidak sedikit yang menggantungkan hidupnya di sana," imbuhnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Pemkot Terapkan Beauty Contest Lelang Kelola Parkir Pasar Pagi, DPRD Harap Buka Peluang Seluruh Perusahaan Lokal

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    13 Oktober 2025 pukul 15:05 WITA

    Anggota komisi III DPRD Kota Samarinda, Maswedi (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bakal menggunakan sistem beauty contest dalam pengelolaan parkir di Pasar Pagi Samarinda.

    Hal ini pun mendapat dukungan penuh Anggota DPRD Kota Samarinda, Maswedi. Menurutnya, pengelolaan parkir akan segera beroperasi dengan sistem baru. Tidak lagi menggunakan pola lama, parkir di kawasan strategis tersebut kini akan dikelola oleh pihak ketiga dengan metode modern dan berbasis digital. 

    Dengan demikian, mekanisme beauty contest memberikan peluang bagi seluruh perusahaan baik lokal maupun nasional secara adil dan trasparans.

    "Kami mendukung langkah pemerintah ini, karena cari ini melibatkan peran serta masyarakat dalam mengelola parkir dengan adanya beauty contest," kata Maswedi, Senin (13/10/2025).

    Maswedi mengatakan, seleksi terbuka ini tidak boleh dilakukan secara asal. Pemilihan operator bardasarkan indikator yang jelas dan terukur. Seperti kepatuhan terhadap kewajiban pajak, rekam jejak pengelolaan parkir, kemampuan digitalisasi sistem, serta kesiapan finansial dalam menyediakan peralatan operasional.

    "Pemilihan harus selektif dan jangan sampai sebatas formalitas saja. Penilaian harus memenuhi standar agar tetap berjalan adil dan transparan," tegasnya. 

    Keberadaan sistem parkir modern ini, diharapkan selaras dengan visi Pemkot Samarinda menambah retribusi pemasukan bagi daerah.

    Selain itu, soal efisiensi dan modernisasi, Maswedi juga menyoroti pentingnya aspek sosial dalam pelaksanaan sistem baru tersebut. 

    Pengelola, ditekankan tetap memperhatikan keberadaan juru parkir (jukir) agar tetap diberdayakan secara layak di bawah pengawasan profesional.

    "Tentu kita harus memberdayakan mereka juga, mengingat tidak sedikit yang menggantungkan hidupnya di sana," imbuhnya. (Adv)

    (Sf/Rs)