Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda berencana ingin menerapkan smart board atau papan tulis elektronik diseluruh sekolah di Samarinda.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, pun turut menyambut baik gagasan pengadaan papan tulis elektronik tersebut.
"Say kira itu bagus, bahkan smart board sudah digunakan diperkantorn juga," ujar Helmi, Kamis (16/10/2025).
Apalagi, lanjut Helmi, jika merujuk pada perkembangan zaman yang serba modern, sagat memungkinkan dilakukan pengadaan papan tulis eletronik tersebut.
"Karena kita mengikuti perkembangan teknologi. Malahan say lihat di Samarinda ini belum ada diterapkan, tentu harus didukung," tuturnya.
Meskipun pemerintah terus menggebrak pemenuhan sarana dan prasarana infrastruktur pendidikan dengan pengadaan smart board, tetapi perlu melihat kembali kemampuan fiskal daerah.
Sebab, harga papan tulis elektronik per unit saja terbilang cukup mahal. Sehingga perlu mengkaji ulang jika ingin menambahkan alat tersebut.
"Selama anggarannya tersedia tidak masalah. Tetapi kalau anggarannya tidak ada tapi dipaksakan itu juga tidak boleh," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda berencana ingin menerapkan smart board atau papan tulis elektronik diseluruh sekolah di Samarinda.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, pun turut menyambut baik gagasan pengadaan papan tulis elektronik tersebut.
"Say kira itu bagus, bahkan smart board sudah digunakan diperkantorn juga," ujar Helmi, Kamis (16/10/2025).
Apalagi, lanjut Helmi, jika merujuk pada perkembangan zaman yang serba modern, sagat memungkinkan dilakukan pengadaan papan tulis eletronik tersebut.
"Karena kita mengikuti perkembangan teknologi. Malahan say lihat di Samarinda ini belum ada diterapkan, tentu harus didukung," tuturnya.
Meskipun pemerintah terus menggebrak pemenuhan sarana dan prasarana infrastruktur pendidikan dengan pengadaan smart board, tetapi perlu melihat kembali kemampuan fiskal daerah.
Sebab, harga papan tulis elektronik per unit saja terbilang cukup mahal. Sehingga perlu mengkaji ulang jika ingin menambahkan alat tersebut.
"Selama anggarannya tersedia tidak masalah. Tetapi kalau anggarannya tidak ada tapi dipaksakan itu juga tidak boleh," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)