Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Pembongkaran bangunan pasar yang masih terus dilakukan dari sisi Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (2/3/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Revitalisasi Pasar Pagi sudah menunjukan progres yang signifikan. Pantauan di lapangan, pembongkaran bangunan telah berjalan.
Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Abdul Khairin, menyampaikan bahwa progres itu menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menjalankan programnya. Para pedagang juga sudah dipindahkan sementara waktu, di tempat yang baru.
“Saya ada berdiskusi dengan ketua forum 48 Sertifikat Hak Milik (SHM), pembongkaran itu sudah berjalan dan yang 48 SHM ini tidak diutak-atik,” kata Khairin, Jumat (1/2/2024).
Menurutnya hal itu menunjukan, Pemkot sangat profesional dan tidak semena-mena terhadap masyarakat. Sehingga proses revitalisasi akan kembali ke konsep awal, hanya pada bangunan Pasar Pagi.
“Saat ini kita dukung apa yang jadi program pemerintah. Memang diniatkan untuk memperbaiki kondisi Pasar Pagi. Sudah tidak lagi saatnya kita ribut apakah Pasar Pagi pantas atau tidak," tuturnya.
Perihal persetujuan 48 pemilik SHM, Khairin bilang belum mendengar pernyataan persetujuan dari para pemilik SHM. Meski begitu, ia yakin, jika pembangunan ini tidak mengganggu bangunan para pemilik SHM, maka semua pihak akan sangat mendukung prosesnya.
Mengingat, konflik terakhir perihal penutupan Jalan Tumenggung yang ditolak masyarakat sekitar, utamanya oleh para pemilik SHM.
Di tempat terpisah, Wali Kota Samarinda, Andi Harun juga menyatakan hal yang sama bahwa progres revitalisasi Pasar Pagi berjalan sesuai target.
“Sebenarnya tidak terlalu bermasalah. Sekarang sudah tahap pembongkaran. Pertengahan bulan bisa tuntas target,” kata Andi Harun, Jumat (1/3/2024).
Orang nomor satu di Samarinda itu menyampaikan, paling lambat April sudah dimulai pembangunan fisik pasar. Kemudian sesuai dengan rencana, pihaknya akan berusaha mengerjakan dalam 8 bulan.
(Adv/Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Pembongkaran bangunan pasar yang masih terus dilakukan dari sisi Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (2/3/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Revitalisasi Pasar Pagi sudah menunjukan progres yang signifikan. Pantauan di lapangan, pembongkaran bangunan telah berjalan.
Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Abdul Khairin, menyampaikan bahwa progres itu menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menjalankan programnya. Para pedagang juga sudah dipindahkan sementara waktu, di tempat yang baru.
“Saya ada berdiskusi dengan ketua forum 48 Sertifikat Hak Milik (SHM), pembongkaran itu sudah berjalan dan yang 48 SHM ini tidak diutak-atik,” kata Khairin, Jumat (1/2/2024).
Menurutnya hal itu menunjukan, Pemkot sangat profesional dan tidak semena-mena terhadap masyarakat. Sehingga proses revitalisasi akan kembali ke konsep awal, hanya pada bangunan Pasar Pagi.
“Saat ini kita dukung apa yang jadi program pemerintah. Memang diniatkan untuk memperbaiki kondisi Pasar Pagi. Sudah tidak lagi saatnya kita ribut apakah Pasar Pagi pantas atau tidak," tuturnya.
Perihal persetujuan 48 pemilik SHM, Khairin bilang belum mendengar pernyataan persetujuan dari para pemilik SHM. Meski begitu, ia yakin, jika pembangunan ini tidak mengganggu bangunan para pemilik SHM, maka semua pihak akan sangat mendukung prosesnya.
Mengingat, konflik terakhir perihal penutupan Jalan Tumenggung yang ditolak masyarakat sekitar, utamanya oleh para pemilik SHM.
Di tempat terpisah, Wali Kota Samarinda, Andi Harun juga menyatakan hal yang sama bahwa progres revitalisasi Pasar Pagi berjalan sesuai target.
“Sebenarnya tidak terlalu bermasalah. Sekarang sudah tahap pembongkaran. Pertengahan bulan bisa tuntas target,” kata Andi Harun, Jumat (1/3/2024).
Orang nomor satu di Samarinda itu menyampaikan, paling lambat April sudah dimulai pembangunan fisik pasar. Kemudian sesuai dengan rencana, pihaknya akan berusaha mengerjakan dalam 8 bulan.
(Adv/Sf/Rs)