Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Anggota Pansus LKPJ Wali Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, saat ditemui di ruangannya, Selasa (14/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar menyampaikan bahwa draft hasil evaluasi dari LKPJ masih dalam proses dan akan difinalkan hari ini untuk dibahas dalam rapat paripurna mendatang.
"Tadi kami akhirnya menyiapkan draft, kami telaah, dan akan kami finalkan hari ini untuk rapat paripurna besok. Mudahan tidak ada halangan," ujar Deni saat ditemui di ruangan, Selasa (14/5/2024).
Deni menjelaskan bahwa rekomendasi hasil LKPJ Wali Kota Samarinda telah dirumuskan per Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dirangkum menjadi satu kesatuan. Rekomendasi ini berfokus pada pembangunan kota Samarinda, terutama pada proyek-proyek multi-years yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
"Tentunya, OPD yang paling banyak catatannya adalah yang berkaitan dengan pembangunan, terutama PUPR. Kami memberikan beberapa catatan karena ada beberapa proyek multi-years yang dilaksanakan seperti terowongan, GOR Segiri, dan Teras Mahakam," bebernya.
Pria yang juga merupakan Legislator Partai Gerindra itu menegaskan bahwa catatan diberikan agar pembangunan dapat berjalan sesuai dengan waktu, pelaksanaan, spesifikasi, dan manfaat yang diharapkan.
"Kami ingin pembangunan ini betul-betul memberikan manfaat bagi masyarakat kota Samarinda dan tidak menimbulkan dampak negatif lain seperti kemacetan," tambahnya.
Beberapa proyek spesifik yang mendapatkan perhatian khusus antara lain yakni teras Samarinda, terowongan, dan Gor Segiri.
Proyek teras Samarinda ini, kata Deni, tidak boleh menimbulkan kemacetan lagi. Termasuk penggunaan material dari luar negeri yang harus memperhitungkan waktu pengiriman juga turut menjadi catatan. Lantaran proyek tersebut telah mengalami kemoloran waktu yang cukup signifikan dari tenggat yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Untuk terowongan, jalan penghubungnya dengan jalan utama harus diperlebar agar masyarakat lebih aman dan leluasa, baik di Jalan Kakap maupun Sultan Alimudin. Jangan sampai menimbulkan kemacetan baru," tegas Deni.
Ia juga mencatat bahwa jalan keluar dari terowongan, seperti yang dekat RSJD Atma Husada dan sisi Jalan Sultan Alimudin, terlalu sempit. Ia memperkirakan hanya sekitar 5 meter luas jalan yang ada di sana bisa berpotensi menimbulkan kemacetan baru.
Kemudian terkait dengan GOR Segiri, yang menjadi fokus utama ada pada konstruksi bangunan. Setelah melihat secara langsung progress revitalisasi Gor Segiri dalam sidak yang dilakukan beberapa waktu lalu, ia ingin struktur bangunan lebih diperkuat lagi.
“Kita tahu bahwa bangunan gor ini tidak hanya 10 atau 20 tahun. Kita harap struktur bangunan itu kuat,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Anggota Pansus LKPJ Wali Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, saat ditemui di ruangannya, Selasa (14/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar menyampaikan bahwa draft hasil evaluasi dari LKPJ masih dalam proses dan akan difinalkan hari ini untuk dibahas dalam rapat paripurna mendatang.
"Tadi kami akhirnya menyiapkan draft, kami telaah, dan akan kami finalkan hari ini untuk rapat paripurna besok. Mudahan tidak ada halangan," ujar Deni saat ditemui di ruangan, Selasa (14/5/2024).
Deni menjelaskan bahwa rekomendasi hasil LKPJ Wali Kota Samarinda telah dirumuskan per Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dirangkum menjadi satu kesatuan. Rekomendasi ini berfokus pada pembangunan kota Samarinda, terutama pada proyek-proyek multi-years yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
"Tentunya, OPD yang paling banyak catatannya adalah yang berkaitan dengan pembangunan, terutama PUPR. Kami memberikan beberapa catatan karena ada beberapa proyek multi-years yang dilaksanakan seperti terowongan, GOR Segiri, dan Teras Mahakam," bebernya.
Pria yang juga merupakan Legislator Partai Gerindra itu menegaskan bahwa catatan diberikan agar pembangunan dapat berjalan sesuai dengan waktu, pelaksanaan, spesifikasi, dan manfaat yang diharapkan.
"Kami ingin pembangunan ini betul-betul memberikan manfaat bagi masyarakat kota Samarinda dan tidak menimbulkan dampak negatif lain seperti kemacetan," tambahnya.
Beberapa proyek spesifik yang mendapatkan perhatian khusus antara lain yakni teras Samarinda, terowongan, dan Gor Segiri.
Proyek teras Samarinda ini, kata Deni, tidak boleh menimbulkan kemacetan lagi. Termasuk penggunaan material dari luar negeri yang harus memperhitungkan waktu pengiriman juga turut menjadi catatan. Lantaran proyek tersebut telah mengalami kemoloran waktu yang cukup signifikan dari tenggat yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Untuk terowongan, jalan penghubungnya dengan jalan utama harus diperlebar agar masyarakat lebih aman dan leluasa, baik di Jalan Kakap maupun Sultan Alimudin. Jangan sampai menimbulkan kemacetan baru," tegas Deni.
Ia juga mencatat bahwa jalan keluar dari terowongan, seperti yang dekat RSJD Atma Husada dan sisi Jalan Sultan Alimudin, terlalu sempit. Ia memperkirakan hanya sekitar 5 meter luas jalan yang ada di sana bisa berpotensi menimbulkan kemacetan baru.
Kemudian terkait dengan GOR Segiri, yang menjadi fokus utama ada pada konstruksi bangunan. Setelah melihat secara langsung progress revitalisasi Gor Segiri dalam sidak yang dilakukan beberapa waktu lalu, ia ingin struktur bangunan lebih diperkuat lagi.
“Kita tahu bahwa bangunan gor ini tidak hanya 10 atau 20 tahun. Kita harap struktur bangunan itu kuat,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)