Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Laila Fatihah menegaskan bahwa ketersedian bahan pokok penting (bapokting) di Samarinda aman dan diperkirakan hingga Juni mendatang.
Ia pun membenarkan bahwa terjadi kenaikan harga namun tidak cukup signifikan. Terkait dengan kelangkaan, ia menyatakan bahwa hanya beras premium saja yang ketersediananya tidak mencukupi.
Laila menjelaskan bahwa kelangkaan beras premium ini berasal dari pemasok di Jakarta. Namun, hal ini memberikan keuntungan bagi petani lokal, yang akhirnya dapat memasok beras dari hasil panen mereka.
"Beras premium yang langka sebenarnya memberikan keuntungan kepada petani lokal kita. Masyarakat yang tadinya pakai beras premium mulai beralih ke beras lokal dari gunung, yang akhirnya memberikan keuntungan bagi petani daerah kita," ungkap Laila, Minggu (10/3/2024).
Menjelang bulan puasa yang bersamaan dengan suasana Hari Raya Nyepi, Laila menekankan bahwa tidak perlu panik terhadap kondisi harga bapokting. Dia menyarankan agar masyarakat tetap bijak dalam berbelanja dan mengubah pola makan sesuai kebutuhan.
"Pola makan yang berubah selama bulan puasa sebenarnya tidak perlu menjadi alasan untuk panik. Masyarakat hanya perlu bijak dalam berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan pola makan biasa," tambahnya.
Kemudian, ia menerangkan, sebagai langkah antisipasi lonjakan harga tinggi yang biasa terjadi di bulan ramadan ini, pemerintah telah menyediakan pasar penyeimbang yang menjadi kontrol.
Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat Samarinda dapat tetap tenang dan berbelanja dengan bijak, sementara para petani lokal semakin terdorong untuk berkembang dan memenuhi kebutuhan pangan kota.(Adv/Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Laila Fatihah menegaskan bahwa ketersedian bahan pokok penting (bapokting) di Samarinda aman dan diperkirakan hingga Juni mendatang.
Ia pun membenarkan bahwa terjadi kenaikan harga namun tidak cukup signifikan. Terkait dengan kelangkaan, ia menyatakan bahwa hanya beras premium saja yang ketersediananya tidak mencukupi.
Laila menjelaskan bahwa kelangkaan beras premium ini berasal dari pemasok di Jakarta. Namun, hal ini memberikan keuntungan bagi petani lokal, yang akhirnya dapat memasok beras dari hasil panen mereka.
"Beras premium yang langka sebenarnya memberikan keuntungan kepada petani lokal kita. Masyarakat yang tadinya pakai beras premium mulai beralih ke beras lokal dari gunung, yang akhirnya memberikan keuntungan bagi petani daerah kita," ungkap Laila, Minggu (10/3/2024).
Menjelang bulan puasa yang bersamaan dengan suasana Hari Raya Nyepi, Laila menekankan bahwa tidak perlu panik terhadap kondisi harga bapokting. Dia menyarankan agar masyarakat tetap bijak dalam berbelanja dan mengubah pola makan sesuai kebutuhan.
"Pola makan yang berubah selama bulan puasa sebenarnya tidak perlu menjadi alasan untuk panik. Masyarakat hanya perlu bijak dalam berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan pola makan biasa," tambahnya.
Kemudian, ia menerangkan, sebagai langkah antisipasi lonjakan harga tinggi yang biasa terjadi di bulan ramadan ini, pemerintah telah menyediakan pasar penyeimbang yang menjadi kontrol.
Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat Samarinda dapat tetap tenang dan berbelanja dengan bijak, sementara para petani lokal semakin terdorong untuk berkembang dan memenuhi kebutuhan pangan kota.(Adv/Sf/Rs)