DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Novan Kritisi Konsultan Proyek Revitalisasi Pasar Pagi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    15 Maret 2024 pukul 14:41 WITA

    Proyek revitalisasi Pasar Pagi yang sudah dalam tahap pembongkaran dari sisi Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (15/3/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Mohammad Novan Sayhronnie Pasie, angkat bicara terkait peran konsultan dalam proyek revitalisasi Pasar Pagi yang sempat jadi perbincangan hangat di Samarinda. 

    Novan menyampaikan kritikannya terhadap konsultan yang terlibat dalam proyek tersebut. Ia memberikan contoh konkret terkait pengelolaan tanah yang akan terkena dampak pembangunan proyek. 

    "Contohnya, bagi konsultan kayak yang terjadi di Pasar Pagi, seharusnya dari awal konsultan sudah mendeteksi bahwa apabila areal akan dibangun seluas itu, maka akan tersentuh daerah-daerah yang memiliki kepemilikan tanah," jelas Novan, Jumat (15/3/2024).

    Menurut Novan, hal ini penting agar tidak terjadi perubahan yang signifikan pada tahap pelaksanaan fisik proyek. Namun, seringkali hal tersebut tidak terjadi dan perubahan justru terjadi saat pelaksanaan proyek.

    "Konsultan harus benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik tanpa ada kendala saat pelaksanaan fisik. Itulah yang sering kami kritisi," tambahnya.

    Novan juga menyatakan bahwa desain proyek revitalisasi Pasar Pagi belum pernah dilihat oleh Komisi III atau dirinya secara pribadi. Informasi terkait luas area yang akan direvitalisasi juga tidak disampaikan dengan jelas oleh instansi terkait.

    "Kami baru tahu setelah terjadi polemik. Kami memanggil OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk mendapatkan informasi sejak awal, namun tidak disampaikan dengan jelas," ungkapnya.

    Terlepas dari polemik ini, Novan menyatakan bahwa secara teknis, perubahan desain mungkin tidak signifikan karena lebih ke arah penyusutan daripada pelebaran. 

    Namun, ia menekankan pentingnya transparansi dan koordinasi yang baik antara semua pihak terkait dalam pelaksanaan proyek ini.

    Dengan demikian, diharapkan perubahan yang dilakukan dalam tata letak pasar pagi tidak berdampak besar pada proyek revitalisasi secara keseluruhan.

    (Adv/Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Novan Kritisi Konsultan Proyek Revitalisasi Pasar Pagi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    15 Maret 2024 pukul 14:41 WITA

    Proyek revitalisasi Pasar Pagi yang sudah dalam tahap pembongkaran dari sisi Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (15/3/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Mohammad Novan Sayhronnie Pasie, angkat bicara terkait peran konsultan dalam proyek revitalisasi Pasar Pagi yang sempat jadi perbincangan hangat di Samarinda. 

    Novan menyampaikan kritikannya terhadap konsultan yang terlibat dalam proyek tersebut. Ia memberikan contoh konkret terkait pengelolaan tanah yang akan terkena dampak pembangunan proyek. 

    "Contohnya, bagi konsultan kayak yang terjadi di Pasar Pagi, seharusnya dari awal konsultan sudah mendeteksi bahwa apabila areal akan dibangun seluas itu, maka akan tersentuh daerah-daerah yang memiliki kepemilikan tanah," jelas Novan, Jumat (15/3/2024).

    Menurut Novan, hal ini penting agar tidak terjadi perubahan yang signifikan pada tahap pelaksanaan fisik proyek. Namun, seringkali hal tersebut tidak terjadi dan perubahan justru terjadi saat pelaksanaan proyek.

    "Konsultan harus benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik tanpa ada kendala saat pelaksanaan fisik. Itulah yang sering kami kritisi," tambahnya.

    Novan juga menyatakan bahwa desain proyek revitalisasi Pasar Pagi belum pernah dilihat oleh Komisi III atau dirinya secara pribadi. Informasi terkait luas area yang akan direvitalisasi juga tidak disampaikan dengan jelas oleh instansi terkait.

    "Kami baru tahu setelah terjadi polemik. Kami memanggil OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk mendapatkan informasi sejak awal, namun tidak disampaikan dengan jelas," ungkapnya.

    Terlepas dari polemik ini, Novan menyatakan bahwa secara teknis, perubahan desain mungkin tidak signifikan karena lebih ke arah penyusutan daripada pelebaran. 

    Namun, ia menekankan pentingnya transparansi dan koordinasi yang baik antara semua pihak terkait dalam pelaksanaan proyek ini.

    Dengan demikian, diharapkan perubahan yang dilakukan dalam tata letak pasar pagi tidak berdampak besar pada proyek revitalisasi secara keseluruhan.

    (Adv/Sf/Rs)