Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti menaruh perhatian serius terhadap pengoperasian Museum Kota Samarinda.
Sebab, museum yang mulai beroperasi ada 2019 silam ini, dinilai tidak berkembang hingga sekarang, bahkan bangunannya kini mulai rusak.
Tak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa museum tersebut dianggap belum mampu menarik minat pengunjung sebagai wisata budaya di Samarinda.
"Belum genap 6 tahun sudah alami kerusakan, malahan ada bagian bangunan yang bolong hingga rusak," ujar Sri Puji, Kamis (18/9/2025).
Lebih jauh, dia juga mengkritik lokasi museum yang tidak strategis. Alih-alih menjadi tempat yang punya daya tarik, justru tidak lirik hingga jadi kawasan parkir.
"Bukannya menjadi kawasati wisata, malah kelihatan seperti tempat parkir," sebutnya.
Belum lagi minimnya koleksi yang dipajang dalam museum membuat tidak ada daya tarik yang dapat dilihatkan kepada pengunjung.
"Koleksinya juga masih terbatas, apa yang mau ditunjukan kepada pengunjung," paparnya.
Untuk itu, ia mendorong agar dilakukan evaluasi terkait pemenuhan benda bersejarah di dalam meseum tersebut. Dengan beragam situs sejarah sangat memungkinkan untuk meningkatkan eksitensi Museum Kota Samarinda.
"Ini harus menjadi bahan evaluasi kita, mengingat peninggalan budaya sangat penting untuk dilestarikan. Makanya kita mendorong agar ada penyegaran di dalam museum," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti menaruh perhatian serius terhadap pengoperasian Museum Kota Samarinda.
Sebab, museum yang mulai beroperasi ada 2019 silam ini, dinilai tidak berkembang hingga sekarang, bahkan bangunannya kini mulai rusak.
Tak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa museum tersebut dianggap belum mampu menarik minat pengunjung sebagai wisata budaya di Samarinda.
"Belum genap 6 tahun sudah alami kerusakan, malahan ada bagian bangunan yang bolong hingga rusak," ujar Sri Puji, Kamis (18/9/2025).
Lebih jauh, dia juga mengkritik lokasi museum yang tidak strategis. Alih-alih menjadi tempat yang punya daya tarik, justru tidak lirik hingga jadi kawasan parkir.
"Bukannya menjadi kawasati wisata, malah kelihatan seperti tempat parkir," sebutnya.
Belum lagi minimnya koleksi yang dipajang dalam museum membuat tidak ada daya tarik yang dapat dilihatkan kepada pengunjung.
"Koleksinya juga masih terbatas, apa yang mau ditunjukan kepada pengunjung," paparnya.
Untuk itu, ia mendorong agar dilakukan evaluasi terkait pemenuhan benda bersejarah di dalam meseum tersebut. Dengan beragam situs sejarah sangat memungkinkan untuk meningkatkan eksitensi Museum Kota Samarinda.
"Ini harus menjadi bahan evaluasi kita, mengingat peninggalan budaya sangat penting untuk dilestarikan. Makanya kita mendorong agar ada penyegaran di dalam museum," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)