Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Joha Fajal. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Joha Fajal, menyoroti serapan anggaran yang rendah oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Di antaranya yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).
Joha mengatakan bahwa serapan anggaran kegiatan fisik lebih besar dibanding dengan non fisiknya.
Jika kita melihat kegiatan fisik, serapannya rata-rata di atas 40 persen. Namun, untuk kegiatan non-fisik, serapannya sangat rendah, hanya sekitar 28 persen, padahal ini sudah memasuki triwulan kedua," ujar Joha, Senin (24/6/2024).
Ia mengungkapkan kekhawatirannya, jika pada triwulan kedua ini masih belum bisa menyerap anggaran di atas 50 persen, maka tidak menutup kemungkinan program berjalan dengan tidak maksimal.
"Kami tidak ingin di akhir tahun OPD baru kebut-kebutan dalam menyerap anggaran. Hal ini bisa berdampak buruk pada kualitas pelaksanaan kegiatan dan program," sambungnya.
Ia mengimbau kepada seluruh OPD agar tidak menunggu akhir tahun untuk mengejar serapan anggaran.
Ia berharap seluruh OPD dapat lebih proaktif untuk melaksanakan kegiatan pada program yang telah direncanakan. Sehingga anggaran dapat terserap dengan maksimal dan sesuai target yang diharapkan.
"Kami tidak ingin di akhir tahun OPD baru kebut-kebutan dalam menyerap anggaran. Harapan kami, di triwulan ketiga, serapan anggaran sudah di atas 50 persen,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Joha Fajal. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Joha Fajal, menyoroti serapan anggaran yang rendah oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Di antaranya yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).
Joha mengatakan bahwa serapan anggaran kegiatan fisik lebih besar dibanding dengan non fisiknya.
Jika kita melihat kegiatan fisik, serapannya rata-rata di atas 40 persen. Namun, untuk kegiatan non-fisik, serapannya sangat rendah, hanya sekitar 28 persen, padahal ini sudah memasuki triwulan kedua," ujar Joha, Senin (24/6/2024).
Ia mengungkapkan kekhawatirannya, jika pada triwulan kedua ini masih belum bisa menyerap anggaran di atas 50 persen, maka tidak menutup kemungkinan program berjalan dengan tidak maksimal.
"Kami tidak ingin di akhir tahun OPD baru kebut-kebutan dalam menyerap anggaran. Hal ini bisa berdampak buruk pada kualitas pelaksanaan kegiatan dan program," sambungnya.
Ia mengimbau kepada seluruh OPD agar tidak menunggu akhir tahun untuk mengejar serapan anggaran.
Ia berharap seluruh OPD dapat lebih proaktif untuk melaksanakan kegiatan pada program yang telah direncanakan. Sehingga anggaran dapat terserap dengan maksimal dan sesuai target yang diharapkan.
"Kami tidak ingin di akhir tahun OPD baru kebut-kebutan dalam menyerap anggaran. Harapan kami, di triwulan ketiga, serapan anggaran sudah di atas 50 persen,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)