Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Markaca (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Markaca menanggapi isu beredarnya beras oplosan dan imitasi hingga menyebabkan kenaikan harga di pasar.
Menurut Markaca, polemik beras oplosan dan imitasi sudah sejak lama terdengar dan dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang nakal guna memonopoli harga jual beras untuk mencari keuntungan.
Ini menyebabkan kepanikan dan memperkeruh kondisi di pasar, sehingga dijadikan alasan untuk menaikan harga beras.
"Kalau kita lihat kenaikan harga beras sudah menjadi permainan pasar. Tentu sekali naik akan sulit untuk turun," ujar Markaca, Rabu (27/8/2025).
Ia pun meminta masyarakat lebih tenang menghadapi isu yang beredar ini. Masyarakat diminta tidak panik dengan membeli bahan pokok secara besar-besaran.
Apalagi di beberapa wilayah, stok beras kosong karena masyarakat melakukan pembelian berlebihan akibat panik.
"Kita harus menghadapi polemik ini dengan tenang. Jangan sampai karena terpengaruh dengan isu yang beredar, kita membeli bahan pokok tidak terkendali," paparnya.
Ia juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan evaluasi distribusi beras di pasar, sehingga,m isu yang beredar di masyarakat bisa diluruskan.
Kata dia, jika dibiarkan begitu saja, maka akan terjadi dilema berkepanjangan di tengah masyarakat.
"Pemerintah juga harus turut andil dalam polemik yang terjadi agar distribusi bahan pokok lancar dan tidak mempengaruhi masyarakat," bebernya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Markaca (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Markaca menanggapi isu beredarnya beras oplosan dan imitasi hingga menyebabkan kenaikan harga di pasar.
Menurut Markaca, polemik beras oplosan dan imitasi sudah sejak lama terdengar dan dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang nakal guna memonopoli harga jual beras untuk mencari keuntungan.
Ini menyebabkan kepanikan dan memperkeruh kondisi di pasar, sehingga dijadikan alasan untuk menaikan harga beras.
"Kalau kita lihat kenaikan harga beras sudah menjadi permainan pasar. Tentu sekali naik akan sulit untuk turun," ujar Markaca, Rabu (27/8/2025).
Ia pun meminta masyarakat lebih tenang menghadapi isu yang beredar ini. Masyarakat diminta tidak panik dengan membeli bahan pokok secara besar-besaran.
Apalagi di beberapa wilayah, stok beras kosong karena masyarakat melakukan pembelian berlebihan akibat panik.
"Kita harus menghadapi polemik ini dengan tenang. Jangan sampai karena terpengaruh dengan isu yang beredar, kita membeli bahan pokok tidak terkendali," paparnya.
Ia juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan evaluasi distribusi beras di pasar, sehingga,m isu yang beredar di masyarakat bisa diluruskan.
Kata dia, jika dibiarkan begitu saja, maka akan terjadi dilema berkepanjangan di tengah masyarakat.
"Pemerintah juga harus turut andil dalam polemik yang terjadi agar distribusi bahan pokok lancar dan tidak mempengaruhi masyarakat," bebernya. (Adv)
(Sf/By)