Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astitu, merespon merambaknya lonjakan kasus campak di Indonesia. Ia menilai pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan.
"Vaksinasi campak wajib diberikan sejak usia 9 bulan, kalau sejak awal anak tidak lengkap vaksinasinya, risiko terserang penyakit berbahaya semakin besar," ujar Sri Puji,Sabtu (6/9/2025).
Ia menjelaskan, campak memiliki berbagai gejala, mulai dari gatal-gatal, demam tinggi, hingga komplikasi serius yang bisa menyerang organ vital.
"Tergantung dari daya tahan anak itu sendiri, biasa orang sebut itu kerumut, demam tinggi serta bisa menyerang otak, meningitis, radang otak, segala macam," terangnya.
Ia menegaskan, penyakit campak tidak bisa dianggap remeh, karena dapat menimbulkan dampak fatal hingga menyebabkan kematian pada anak.
Hal ini dikarenakan tingkat bahaya penyakit campak cukup berisiko, kecepatan penyebaran dan daya serangnya yang agresif terhadap tubuh anak.
"Jadi memang bahaya campak lebih cepat penyerangan penyakitnya dari pada yang lainnya, cuma memang kalau campak ini kan kita sudah diantisipasi," jelasnya.
Karena itu, ia mengimbau agar para orang tua lebih waspada dan melengkapi vaksinasi anak. Supaya risiko terjangkit bisa dihindari.
"Jika memang masih ada anak yang terjangkit, kemungkinan belum mendapat vaksin. Makanya perlu meningkatkan kesadaran agar penyeberan tidak terjadi," pungkasnya. (Adv)
(Rs/Sf)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astitu, merespon merambaknya lonjakan kasus campak di Indonesia. Ia menilai pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan.
"Vaksinasi campak wajib diberikan sejak usia 9 bulan, kalau sejak awal anak tidak lengkap vaksinasinya, risiko terserang penyakit berbahaya semakin besar," ujar Sri Puji,Sabtu (6/9/2025).
Ia menjelaskan, campak memiliki berbagai gejala, mulai dari gatal-gatal, demam tinggi, hingga komplikasi serius yang bisa menyerang organ vital.
"Tergantung dari daya tahan anak itu sendiri, biasa orang sebut itu kerumut, demam tinggi serta bisa menyerang otak, meningitis, radang otak, segala macam," terangnya.
Ia menegaskan, penyakit campak tidak bisa dianggap remeh, karena dapat menimbulkan dampak fatal hingga menyebabkan kematian pada anak.
Hal ini dikarenakan tingkat bahaya penyakit campak cukup berisiko, kecepatan penyebaran dan daya serangnya yang agresif terhadap tubuh anak.
"Jadi memang bahaya campak lebih cepat penyerangan penyakitnya dari pada yang lainnya, cuma memang kalau campak ini kan kita sudah diantisipasi," jelasnya.
Karena itu, ia mengimbau agar para orang tua lebih waspada dan melengkapi vaksinasi anak. Supaya risiko terjangkit bisa dihindari.
"Jika memang masih ada anak yang terjangkit, kemungkinan belum mendapat vaksin. Makanya perlu meningkatkan kesadaran agar penyeberan tidak terjadi," pungkasnya. (Adv)
(Rs/Sf)