DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Legislator PKS Sebut 3 Hal ini jadi Pemicu Utama Kekerasan kepada Anak

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    09 Maret 2024 pukul 09:01 WITA

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Sani Bin Husain mengungkapkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang menjadi pemicu kekerasan terhadap anak. 

    Menurutnya tiga faktor utama itu adalah kurangnya pengawasan terhadap anak, ketiadaan teladan yang memadai, dan kurangnya dalam pendidikan agama.

    “Orangtua itu harus jadi teladan. Kemudian soal pendidikan agama itu utamanya di Sekolah Menengah Atas (SMA) harus dihidupkan lagi itu organisasi keagamaan dan pembinaan rohani supaya perilaku mereka itu positif,” jelas Sani, Jumat (8/3/2024). 

    Sani menegaskan bahwa upaya pencegahan kekerasan harus melibatkan peningkatan pengawasan, pembentukan teladan positif, dan penguatan pendidikan agama di lingkungan sekolah.

    Meskipun telah meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA), ia berharap pemkot terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak sebagai fokus utama. Dengan harapan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masa depan generasi penerus.

    “Perhatian lebih terhadap anak-anak yang terlantar dianggap penting untuk memastikan bahwa hak-hak mereka dijamin dan kebutuhan mereka terpenuhi,” tuturnya.

    Politisi dari Partai Keadlian Sejahtera (PKS) ini menekankan bahwa perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas utama. Mengingat bahwa masa depan bangsa sangat tergantung pada kesejahteraan anak-anak saat ini.

    Dengan memberikan ruang belajar serta perlindungan anak merupakan investasi untuk masa depan yang lebih baik, khususnya bagi kemajuan Kota Samarinda.(Adv/Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Legislator PKS Sebut 3 Hal ini jadi Pemicu Utama Kekerasan kepada Anak

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    09 Maret 2024 pukul 09:01 WITA

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Sani Bin Husain mengungkapkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang menjadi pemicu kekerasan terhadap anak. 

    Menurutnya tiga faktor utama itu adalah kurangnya pengawasan terhadap anak, ketiadaan teladan yang memadai, dan kurangnya dalam pendidikan agama.

    “Orangtua itu harus jadi teladan. Kemudian soal pendidikan agama itu utamanya di Sekolah Menengah Atas (SMA) harus dihidupkan lagi itu organisasi keagamaan dan pembinaan rohani supaya perilaku mereka itu positif,” jelas Sani, Jumat (8/3/2024). 

    Sani menegaskan bahwa upaya pencegahan kekerasan harus melibatkan peningkatan pengawasan, pembentukan teladan positif, dan penguatan pendidikan agama di lingkungan sekolah.

    Meskipun telah meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA), ia berharap pemkot terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak sebagai fokus utama. Dengan harapan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masa depan generasi penerus.

    “Perhatian lebih terhadap anak-anak yang terlantar dianggap penting untuk memastikan bahwa hak-hak mereka dijamin dan kebutuhan mereka terpenuhi,” tuturnya.

    Politisi dari Partai Keadlian Sejahtera (PKS) ini menekankan bahwa perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas utama. Mengingat bahwa masa depan bangsa sangat tergantung pada kesejahteraan anak-anak saat ini.

    Dengan memberikan ruang belajar serta perlindungan anak merupakan investasi untuk masa depan yang lebih baik, khususnya bagi kemajuan Kota Samarinda.(Adv/Sf/Rs)