DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Kunjungan ke Posyandu di Samarinda Masih Rendah, Puji Sebut Faktor Ekonomi dan Sosialisasi sebagai Solusi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    23 Juli 2024 pukul 11:09 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengungkapkan bahwa rendahnya kunjungan ke posyandu dipengaruhi oleh persepsi masyarakat yang merasa tidak memerlukan layanan tersebut. Saat melakukan kunjungan lapangan, ia menemukan bahwa dari 10 balita, kurang dari separuh yang datang ke posyandu.

    Puji menjelaskan bahwa dari balita yang datang, sebagian besar tidak diantar oleh orang tua mereka, melainkan oleh nenek atau pengasuh. 

    “Separuh yang datang itupun datangnya bukan sama orang tua, ada yang dengan neneknya, susternya,” kata Puji pada Senin (22/7/2024).

    Menurut Puji, faktor ekonomi turut berperan dalam rendahnya angka kunjungan ini. 
    Banyak orang tua, baik ayah maupun ibu, yang bekerja sehingga tidak memiliki waktu untuk membawa anak mereka ke posyandu. 

    Padahal, pemerintah kota telah menetapkan kebijakan yang memberikan kesempatan kepada ibu-ibu yang memiliki balita untuk libur sehari dalam sebulan guna mengantar anak ke posyandu.

    “Karena posyandu kan sekali dalam sebulan ya, harusnya bisa untuk mengantarkan anaknya ke posyandu. Itu juga salah satu upaya dalam pencegahan stunting,” tambahnya.

    Selain itu, upaya sosialisasi terus digencarkan, termasuk kepada calon pengantin yang akan membentuk keluarga. Puji menekankan bahwa pilihan orang tua untuk membawa anak ke rumah sakit, puskesmas, klinik, atau dokter spesialis juga berpengaruh terhadap rendahnya cakupan kunjungan ke posyandu.

    Dengan sosialisasi yang lebih intensif dan kebijakan yang mendukung, ia berharap angka kunjungan ke posyandu dapat meningkat dan berkontribusi pada upaya pencegahan stunting di Samarinda. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Kunjungan ke Posyandu di Samarinda Masih Rendah, Puji Sebut Faktor Ekonomi dan Sosialisasi sebagai Solusi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    23 Juli 2024 pukul 11:09 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengungkapkan bahwa rendahnya kunjungan ke posyandu dipengaruhi oleh persepsi masyarakat yang merasa tidak memerlukan layanan tersebut. Saat melakukan kunjungan lapangan, ia menemukan bahwa dari 10 balita, kurang dari separuh yang datang ke posyandu.

    Puji menjelaskan bahwa dari balita yang datang, sebagian besar tidak diantar oleh orang tua mereka, melainkan oleh nenek atau pengasuh. 

    “Separuh yang datang itupun datangnya bukan sama orang tua, ada yang dengan neneknya, susternya,” kata Puji pada Senin (22/7/2024).

    Menurut Puji, faktor ekonomi turut berperan dalam rendahnya angka kunjungan ini. 
    Banyak orang tua, baik ayah maupun ibu, yang bekerja sehingga tidak memiliki waktu untuk membawa anak mereka ke posyandu. 

    Padahal, pemerintah kota telah menetapkan kebijakan yang memberikan kesempatan kepada ibu-ibu yang memiliki balita untuk libur sehari dalam sebulan guna mengantar anak ke posyandu.

    “Karena posyandu kan sekali dalam sebulan ya, harusnya bisa untuk mengantarkan anaknya ke posyandu. Itu juga salah satu upaya dalam pencegahan stunting,” tambahnya.

    Selain itu, upaya sosialisasi terus digencarkan, termasuk kepada calon pengantin yang akan membentuk keluarga. Puji menekankan bahwa pilihan orang tua untuk membawa anak ke rumah sakit, puskesmas, klinik, atau dokter spesialis juga berpengaruh terhadap rendahnya cakupan kunjungan ke posyandu.

    Dengan sosialisasi yang lebih intensif dan kebijakan yang mendukung, ia berharap angka kunjungan ke posyandu dapat meningkat dan berkontribusi pada upaya pencegahan stunting di Samarinda. (Adv)

    (Sf/Rs)