Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mengusulkan pendirian depo arsip di Samarinda guna melindungi dokumen penting masyarakat dari risiko bencana alam seperti banjir, longsor, dan kebakaran.
Hal ini disampaikan dalam rapat terbaru Komisi IV bersama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) pada Kamis (18/7/2024), yang menyoroti pentingnya penyimpanan arsip, baik dalam bentuk digital maupun fisik.
"Kita belum punya mobil untuk kearsipan, sementara untuk perpustakaan keliling sudah ada," kata Puji.
Menurutnya, keberadaan mobil kearsipan sangat diperlukan untuk membantu masyarakat menyimpan arsip-arsip penting seperti ijazah, surat tanah, dan dokumen lainnya.
Kondisi geografis Samarinda yang rentan terhadap bencana alam membuat penyimpanan arsip menjadi kebutuhan mendesak.
Beberapa sekolah di Samarinda yang pernah kebanjiran mengakibatkan hilangnya dokumen-dokumen penting, menjadi contoh nyata betapa pentingnya penyimpanan arsip yang aman.
"Jika masyarakat kehilangan dokumen karena banjir atau kebakaran, mereka akan kesulitan mendapatkan kembali dokumen tersebut," tambahnya.
Legislator Partai Demokrat itu menegaskan bahwa keberadaan depo arsip di Samarinda akan sangat bermanfaat untuk keamanan dokumen.
"Kami sudah mengusulkan ini sejak tiga tahun lalu, tetapi hingga sekarang belum ada tindakan konkret," ungkapnya.
Depo arsip ini tidak hanya akan melayani penyimpanan dokumen fisik, tetapi juga menyediakan layanan digitalisasi arsip. Dengan adanya depo arsip, ia berharap masyarakat bisa menyimpan dokumen penting mereka dengan aman dan mengurangi risiko kehilangan akibat bencana alam. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mengusulkan pendirian depo arsip di Samarinda guna melindungi dokumen penting masyarakat dari risiko bencana alam seperti banjir, longsor, dan kebakaran.
Hal ini disampaikan dalam rapat terbaru Komisi IV bersama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) pada Kamis (18/7/2024), yang menyoroti pentingnya penyimpanan arsip, baik dalam bentuk digital maupun fisik.
"Kita belum punya mobil untuk kearsipan, sementara untuk perpustakaan keliling sudah ada," kata Puji.
Menurutnya, keberadaan mobil kearsipan sangat diperlukan untuk membantu masyarakat menyimpan arsip-arsip penting seperti ijazah, surat tanah, dan dokumen lainnya.
Kondisi geografis Samarinda yang rentan terhadap bencana alam membuat penyimpanan arsip menjadi kebutuhan mendesak.
Beberapa sekolah di Samarinda yang pernah kebanjiran mengakibatkan hilangnya dokumen-dokumen penting, menjadi contoh nyata betapa pentingnya penyimpanan arsip yang aman.
"Jika masyarakat kehilangan dokumen karena banjir atau kebakaran, mereka akan kesulitan mendapatkan kembali dokumen tersebut," tambahnya.
Legislator Partai Demokrat itu menegaskan bahwa keberadaan depo arsip di Samarinda akan sangat bermanfaat untuk keamanan dokumen.
"Kami sudah mengusulkan ini sejak tiga tahun lalu, tetapi hingga sekarang belum ada tindakan konkret," ungkapnya.
Depo arsip ini tidak hanya akan melayani penyimpanan dokumen fisik, tetapi juga menyediakan layanan digitalisasi arsip. Dengan adanya depo arsip, ia berharap masyarakat bisa menyimpan dokumen penting mereka dengan aman dan mengurangi risiko kehilangan akibat bencana alam. (Adv)
(Sf/Rs)