DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Tekankan Pentingnya Kesehatan Lingkungan untuk Atasi Stunting

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    08 Juli 2024 pukul 13:22 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyatakan bahwa stunting bukan hanya masalah gizi, tetapi juga terkait dengan kondisi lingkungan yang tidak sehat, sanitasi yang buruk, dan kualitas air yang kurang baik.

    Menurutnya, kinerja pemerintah daerah dalam menangani masalah stunting sudah cukup baik, meskipun tantangan terus meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk, terutama pendatang. 

    Ia menuturkan bahwa nak yang mengalami stunting biasanya juga rentan terhadap penyakit seperti diare. Oleh karena itu, lingkungan harus sehat, ketersediaan air bersih harus ada, dan lingkungan sekitarnya juga harus benar-benar sehat. 

    Kondisi rumah yang tidak sehat, pencahayaan yang buruk, dan debu yang berlebihan juga dapat memicu stunting. Jadi, masalah ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga semua faktor lingkungan," ujar Puji.

    Puji juga menekankan pentingnya peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penanganan stunting, termasuk Dinas Perumahan dan Permukiman, PUPR, dan Dinas Pendidikan. 

    “Namun, yang paling penting adalah bagaimana Kota Samarinda dapat mengentaskan kemiskinan, karena kemiskinan merupakan faktor utama penyebab stunting,” tegasnya.

    Puji menjelaskan bahwa hampir 50 persen kasus stunting disebabkan oleh kemiskinan, sementara sisanya terkait dengan pemahaman orang tua tentang gizi dan pendidikan. Oleh karena itu, peran puskesmas di setiap wilayah sangat penting untuk memberikan edukasi dan layanan kesehatan kepada masyarakat.

    Selain itu, Legislator Partai Demokrat ini juga menyoroti rendahnya kepedulian sosial masyarakat di Samarinda. 

    "Di Pulau Jawa, kepedulian sosial masih tinggi karena kulturnya homogen. Namun di sini, masyarakatnya heterogen sehingga kepedulian sosialnya rendah," tambahnya.

    Dengan kolaborasi yang baik antara berbagai pihak dan peningkatan kesadaran masyarakat, diharapkan masalah stunting di Samarinda dapat diatasi dengan lebih efektif. (Adv) 

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Tekankan Pentingnya Kesehatan Lingkungan untuk Atasi Stunting

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    08 Juli 2024 pukul 13:22 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyatakan bahwa stunting bukan hanya masalah gizi, tetapi juga terkait dengan kondisi lingkungan yang tidak sehat, sanitasi yang buruk, dan kualitas air yang kurang baik.

    Menurutnya, kinerja pemerintah daerah dalam menangani masalah stunting sudah cukup baik, meskipun tantangan terus meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk, terutama pendatang. 

    Ia menuturkan bahwa nak yang mengalami stunting biasanya juga rentan terhadap penyakit seperti diare. Oleh karena itu, lingkungan harus sehat, ketersediaan air bersih harus ada, dan lingkungan sekitarnya juga harus benar-benar sehat. 

    Kondisi rumah yang tidak sehat, pencahayaan yang buruk, dan debu yang berlebihan juga dapat memicu stunting. Jadi, masalah ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga semua faktor lingkungan," ujar Puji.

    Puji juga menekankan pentingnya peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penanganan stunting, termasuk Dinas Perumahan dan Permukiman, PUPR, dan Dinas Pendidikan. 

    “Namun, yang paling penting adalah bagaimana Kota Samarinda dapat mengentaskan kemiskinan, karena kemiskinan merupakan faktor utama penyebab stunting,” tegasnya.

    Puji menjelaskan bahwa hampir 50 persen kasus stunting disebabkan oleh kemiskinan, sementara sisanya terkait dengan pemahaman orang tua tentang gizi dan pendidikan. Oleh karena itu, peran puskesmas di setiap wilayah sangat penting untuk memberikan edukasi dan layanan kesehatan kepada masyarakat.

    Selain itu, Legislator Partai Demokrat ini juga menyoroti rendahnya kepedulian sosial masyarakat di Samarinda. 

    "Di Pulau Jawa, kepedulian sosial masih tinggi karena kulturnya homogen. Namun di sini, masyarakatnya heterogen sehingga kepedulian sosialnya rendah," tambahnya.

    Dengan kolaborasi yang baik antara berbagai pihak dan peningkatan kesadaran masyarakat, diharapkan masalah stunting di Samarinda dapat diatasi dengan lebih efektif. (Adv) 

    (Sf/Rs)