Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi beberapa keluarga yang sulit memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya akibat prioritas pengeluaran yang kurang tepat.
Ia sering meliihat kondisi di lapangan, kasus seorang ayah yang mampu membeli rokok dua bungkus dalam sehari, namun tidak mampu membeli buku untuk anaknya.
“Kalau kita hitung saja pengeluaran untuk rokok dalam sebulan bisa mencapai jumlah yang cukup besar, yang seharusnya dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pendidikan anak-anak,” jelas Puji, Jumat (22/3/2024).
Ia pun menyoroti program beasiswa, di mana menurutnya penerima beasiswa seharusnya dipilih dengan cermat, terutama untuk mereka yang berprestasi dalam bidang akademik.
Namun, ia menegaskan bahwa pemberian beasiswa tidak semestinya untuk membeli barang-barang mewah seperti ponsel atau kendaraan bermotor.
“Saya sering kok lihat ada yang dapat beasiswa dibelikan,hp baruu, bisa beli motor, memang betul itu haknya dia tapi bukan itu kan tujuan kita memberikan beasiswa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Puji menekankan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak-anak. Menurutnya para orang tua harus punya perubahan sikap dan prioritas pengeluaran untuk lebih memperhatikan pendidikan anak-anak, serta menekankan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak-anak mereka secara moral dan intelektual.
(Adv/Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi beberapa keluarga yang sulit memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya akibat prioritas pengeluaran yang kurang tepat.
Ia sering meliihat kondisi di lapangan, kasus seorang ayah yang mampu membeli rokok dua bungkus dalam sehari, namun tidak mampu membeli buku untuk anaknya.
“Kalau kita hitung saja pengeluaran untuk rokok dalam sebulan bisa mencapai jumlah yang cukup besar, yang seharusnya dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pendidikan anak-anak,” jelas Puji, Jumat (22/3/2024).
Ia pun menyoroti program beasiswa, di mana menurutnya penerima beasiswa seharusnya dipilih dengan cermat, terutama untuk mereka yang berprestasi dalam bidang akademik.
Namun, ia menegaskan bahwa pemberian beasiswa tidak semestinya untuk membeli barang-barang mewah seperti ponsel atau kendaraan bermotor.
“Saya sering kok lihat ada yang dapat beasiswa dibelikan,hp baruu, bisa beli motor, memang betul itu haknya dia tapi bukan itu kan tujuan kita memberikan beasiswa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Puji menekankan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak-anak. Menurutnya para orang tua harus punya perubahan sikap dan prioritas pengeluaran untuk lebih memperhatikan pendidikan anak-anak, serta menekankan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak-anak mereka secara moral dan intelektual.
(Adv/Sf/Rs)