Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti menyoroti sejumlah kekurangan fasilitas sosial yang ada di Kota Samarinda.
Puji menegaskan pentingnya memiliki wadah khusus untuk menangani anak jalanan (anjal) yang ditangkap.
"Kita seharusnya memiliki wadah untuk anak jalanan yang ditangkap. Bagaimana mereka diasesmen, dibina, dan sebagainya, kita belum punya wadah itu," beber Puji, Rabu (5/6/2024).
Menurutnya, keberadaan panti sosial yang ada saat ini tidak cukup, apalagi panti sosial memang berada di bawah kewenangan provinsi.
Namun karena masalah anak jalanan ini terjadi di wilayah Kota Samarinda, maka solusi tidak bisa hanya dengan menitipkan mereka ke panti.
Lebih lanjut, Legislator Partai Demokrat ini juga menyinggung tentang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terlantar di Samarinda.
"Saat ini ODGJ tidak punya KTP, meskipun ada, kemudian kita sudah buatkan seperti BPJS, tapi mereka belum punya tempat pasca pengobatan," tuturnya.
Selain itu, Samarinda juga tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk menangani HIV/AIDS, anak-anak terlantar, dan berbagai masalah sosial lainnya.
Ia menyarankan agar pemerintah dapat menyediakan atau memfasilitasi lahan atau lokasi khusus untuk menangani berbagai masalah sosial tersebut di Samarinda.
Puji berharap agar pemerintah kota segera mengambil tindakan konkret untuk menyediakan fasilitas yang diperlukan guna menangani berbagai permasalahan sosial yang ada di kota ini.
"Kita tidak punya tempat untuk anak-anak terlantar dan berbagai masalah sosial lainnya," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti menyoroti sejumlah kekurangan fasilitas sosial yang ada di Kota Samarinda.
Puji menegaskan pentingnya memiliki wadah khusus untuk menangani anak jalanan (anjal) yang ditangkap.
"Kita seharusnya memiliki wadah untuk anak jalanan yang ditangkap. Bagaimana mereka diasesmen, dibina, dan sebagainya, kita belum punya wadah itu," beber Puji, Rabu (5/6/2024).
Menurutnya, keberadaan panti sosial yang ada saat ini tidak cukup, apalagi panti sosial memang berada di bawah kewenangan provinsi.
Namun karena masalah anak jalanan ini terjadi di wilayah Kota Samarinda, maka solusi tidak bisa hanya dengan menitipkan mereka ke panti.
Lebih lanjut, Legislator Partai Demokrat ini juga menyinggung tentang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terlantar di Samarinda.
"Saat ini ODGJ tidak punya KTP, meskipun ada, kemudian kita sudah buatkan seperti BPJS, tapi mereka belum punya tempat pasca pengobatan," tuturnya.
Selain itu, Samarinda juga tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk menangani HIV/AIDS, anak-anak terlantar, dan berbagai masalah sosial lainnya.
Ia menyarankan agar pemerintah dapat menyediakan atau memfasilitasi lahan atau lokasi khusus untuk menangani berbagai masalah sosial tersebut di Samarinda.
Puji berharap agar pemerintah kota segera mengambil tindakan konkret untuk menyediakan fasilitas yang diperlukan guna menangani berbagai permasalahan sosial yang ada di kota ini.
"Kita tidak punya tempat untuk anak-anak terlantar dan berbagai masalah sosial lainnya," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)