Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyampaikan evaluasi mengenai kinerja yang dilakukan oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Samarinda.
Puji menyoroti perlunya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan validasi data yang lebih akurat dalam penanganan program-program sosial.
"Kami sedang mengevaluasi kembali apa saja yang sedang dikerjakan oleh Dinsos, termasuk bagaimana verifikasi dan validasi datanya. Mereka yang bekerja di bawah, termasuk karang taruna, LPM, PKK, dan lainnya, harus siap selain dari segi anggaran juga dari SDM-nya," ujar Puji, Rabu (6/6/2024).
Menurut laporan yang diterimanya dari Dinsos PM, saat ini mereka kekurangan SDM untuk menangani semua hal yang ada di Samarinda.
Kekurangan ini dianggap sebagai tantangan besar dalam upaya meningkatkan efektivitas pelayanan sosial di kota tersebut.
"Ini SDM yang masih kurang. Dinsos itu kurang 27 SDM untuk menangani semua hal yang ada di Samarinda" bebernya.
Lebih lanjut, Puji menyebut bahwa program kerja yang dilakukan Dinsos mengikuti panduan dari Kementerian Sosial (Kemensos), di mana semua bantuan harus berdasarkan data nama dan alamat penerima.
Namun, ia juga menekankan pentingnya kerjasama dengan berbagai paguyuban melalui Memorandum of Understanding (MOU) untuk penanganan kasus-kasus khusus.
Karena menurutnya tak semua masalah sosial itu berasal dari masyarakat Samarinda. Tetapi para pendatang juga turut menjadi penyumbang dalam masalah sosial yang ada di Kota Tepian ini.
"Pemkot harus melaksanakan MOU, baik itu dengan paguyuban. Misalnya, jika ada orang terlantar dari Madura, harus ada MOU dengan paguyuban dari Madura, dan juga daerah lainnya," tambahnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyampaikan evaluasi mengenai kinerja yang dilakukan oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Samarinda.
Puji menyoroti perlunya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan validasi data yang lebih akurat dalam penanganan program-program sosial.
"Kami sedang mengevaluasi kembali apa saja yang sedang dikerjakan oleh Dinsos, termasuk bagaimana verifikasi dan validasi datanya. Mereka yang bekerja di bawah, termasuk karang taruna, LPM, PKK, dan lainnya, harus siap selain dari segi anggaran juga dari SDM-nya," ujar Puji, Rabu (6/6/2024).
Menurut laporan yang diterimanya dari Dinsos PM, saat ini mereka kekurangan SDM untuk menangani semua hal yang ada di Samarinda.
Kekurangan ini dianggap sebagai tantangan besar dalam upaya meningkatkan efektivitas pelayanan sosial di kota tersebut.
"Ini SDM yang masih kurang. Dinsos itu kurang 27 SDM untuk menangani semua hal yang ada di Samarinda" bebernya.
Lebih lanjut, Puji menyebut bahwa program kerja yang dilakukan Dinsos mengikuti panduan dari Kementerian Sosial (Kemensos), di mana semua bantuan harus berdasarkan data nama dan alamat penerima.
Namun, ia juga menekankan pentingnya kerjasama dengan berbagai paguyuban melalui Memorandum of Understanding (MOU) untuk penanganan kasus-kasus khusus.
Karena menurutnya tak semua masalah sosial itu berasal dari masyarakat Samarinda. Tetapi para pendatang juga turut menjadi penyumbang dalam masalah sosial yang ada di Kota Tepian ini.
"Pemkot harus melaksanakan MOU, baik itu dengan paguyuban. Misalnya, jika ada orang terlantar dari Madura, harus ada MOU dengan paguyuban dari Madura, dan juga daerah lainnya," tambahnya. (Adv)
(Sf/Rs)