Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti mengatakan bahwa edukasi dan sosialisasi dapat menjadi langkah awal yang sangat strategis dilakukan dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Menurutnya dengan pengetahuan yang dimiliki oleh masayrakat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan untuk mencegah terjadinya kekerasan baik bagi anak dan perempuan.
Puji menegaskan bahwa langkah tersebut harus menjadi prioritas dalam rangka melindungi hak-hak anak dan perempuan yang ada di Samarinda.
"Edukasi dan sosialisasi menjadi usaha utama untuk pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kita sangat perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghormati dan melindungi perempuan dan anak-anak dari segala bentuk kekerasan," ungkap Puji.
Kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak menurutnya adalah hal krusial yang memerlukan tindakan konkret dari berbagai pihak.
“Harus ada kolaborasi yang apik untuk menangani dan mencegah hal ini. Terutama dari orang-oran terdekat, didukung dengan pemerintah, dan pihak keamanan serta penegak hukum,” bebernya.
Menurutnya kolaborasi yang baik dari lintas sektor dapat menciptakan lingkungan sehat yang aman serta bebas dari tindakan kekerasan.
Ia menambahkan bahwa edukasi dan sosialisasi tidak hanya mengenai pentingnya melaporkan kasus kekerasan, tetapi juga tentang pencegahan dan langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.
"Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah masalah yang serius dan tidak boleh diabaikan,” tegasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti mengatakan bahwa edukasi dan sosialisasi dapat menjadi langkah awal yang sangat strategis dilakukan dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Menurutnya dengan pengetahuan yang dimiliki oleh masayrakat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan untuk mencegah terjadinya kekerasan baik bagi anak dan perempuan.
Puji menegaskan bahwa langkah tersebut harus menjadi prioritas dalam rangka melindungi hak-hak anak dan perempuan yang ada di Samarinda.
"Edukasi dan sosialisasi menjadi usaha utama untuk pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kita sangat perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghormati dan melindungi perempuan dan anak-anak dari segala bentuk kekerasan," ungkap Puji.
Kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak menurutnya adalah hal krusial yang memerlukan tindakan konkret dari berbagai pihak.
“Harus ada kolaborasi yang apik untuk menangani dan mencegah hal ini. Terutama dari orang-oran terdekat, didukung dengan pemerintah, dan pihak keamanan serta penegak hukum,” bebernya.
Menurutnya kolaborasi yang baik dari lintas sektor dapat menciptakan lingkungan sehat yang aman serta bebas dari tindakan kekerasan.
Ia menambahkan bahwa edukasi dan sosialisasi tidak hanya mengenai pentingnya melaporkan kasus kekerasan, tetapi juga tentang pencegahan dan langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.
"Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah masalah yang serius dan tidak boleh diabaikan,” tegasnya. (Adv)
(Sf/Rs)