DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Dorong Realisasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Samarinda

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    20 Maret 2024 pukul 13:43 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mendorong percepatan dan realisasi penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kota Samarinda.

    Ia mengatakan, data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) awalnya mencatat ada sekitar 9 ribu keluarga yang tergolong miskin ekstrem di Samarinda. 

    Namun, setelah dilakukan verifikasi dan validasi data, jumlah tersebut turun drastis menjadi hanya 1.232 keluarga, dengan total populasi sekitar 6 ribu jiwa.

    Penyebab penurunan jumlah tersebut ternyata tidak lepas dari proses pemutakhiran data yang dilakukan secara menyeluruh. 

    “Saat pertama kali data dikeluarkan itu ternyata tercatat ada sekitar 1.329 keluarga miskin ekstrem. Namun, melalui proses pemberian stiker di setiap rumah, beberapa warga mengajukan penolakan sehingga jumlah keluarga yang terdata kembali direvisi menjadi 1.232 kepala keluarga (KK),” jelas Puji, Rabu (20/3/2024).

    Puji mengungkapkan, pemerintah kota telah melaksanakan beberapa program penanggulangan kemiskinan ekstrem sejak tahun 2023. 

    Salah satunya adalah melalui Dinas Pendidikan, di mana terdapat bantuan untuk program personal dan perlengkapan pendidikan bagi siswa miskin, yang telah menyasar ke 1.679 siswa.

    Selain itu, ada juga program subsidi air untuk 82 rumah yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam), serta bantuan layanan kesehatan bagi 1.777 jiwa penerima bantuan iuran daerah BPJS Kesehatan.

    Dorongan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem juga datang dari program bantuan sembako melalui Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya), yang telah memberikan bantuan kepada 75 penerima.

    Namun, program yang paling dinantikan adalah program bantuan sosial tunai yang dianggarkan pada tahun 2024. 

    Ada Sebanyak 1.329 keluarga miskin ekstrem diharapkan akan menerima bantuan sebesar Rp300 ribu setiap bulannya selama 10 bulan. Program ini direncanakan akan diluncurkan pada awal bulan Mei mendatang.

    "Saya berharap semua program pemerintah yang telah direncanakan untuk tahun 2024 dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan," pungkasnya. 

    (Adv/Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Dorong Realisasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Samarinda

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    20 Maret 2024 pukul 13:43 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mendorong percepatan dan realisasi penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kota Samarinda.

    Ia mengatakan, data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) awalnya mencatat ada sekitar 9 ribu keluarga yang tergolong miskin ekstrem di Samarinda. 

    Namun, setelah dilakukan verifikasi dan validasi data, jumlah tersebut turun drastis menjadi hanya 1.232 keluarga, dengan total populasi sekitar 6 ribu jiwa.

    Penyebab penurunan jumlah tersebut ternyata tidak lepas dari proses pemutakhiran data yang dilakukan secara menyeluruh. 

    “Saat pertama kali data dikeluarkan itu ternyata tercatat ada sekitar 1.329 keluarga miskin ekstrem. Namun, melalui proses pemberian stiker di setiap rumah, beberapa warga mengajukan penolakan sehingga jumlah keluarga yang terdata kembali direvisi menjadi 1.232 kepala keluarga (KK),” jelas Puji, Rabu (20/3/2024).

    Puji mengungkapkan, pemerintah kota telah melaksanakan beberapa program penanggulangan kemiskinan ekstrem sejak tahun 2023. 

    Salah satunya adalah melalui Dinas Pendidikan, di mana terdapat bantuan untuk program personal dan perlengkapan pendidikan bagi siswa miskin, yang telah menyasar ke 1.679 siswa.

    Selain itu, ada juga program subsidi air untuk 82 rumah yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam), serta bantuan layanan kesehatan bagi 1.777 jiwa penerima bantuan iuran daerah BPJS Kesehatan.

    Dorongan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem juga datang dari program bantuan sembako melalui Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya), yang telah memberikan bantuan kepada 75 penerima.

    Namun, program yang paling dinantikan adalah program bantuan sosial tunai yang dianggarkan pada tahun 2024. 

    Ada Sebanyak 1.329 keluarga miskin ekstrem diharapkan akan menerima bantuan sebesar Rp300 ribu setiap bulannya selama 10 bulan. Program ini direncanakan akan diluncurkan pada awal bulan Mei mendatang.

    "Saya berharap semua program pemerintah yang telah direncanakan untuk tahun 2024 dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan," pungkasnya. 

    (Adv/Sf/Rs)