Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti perlunya peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal, terutama bagi lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan universitas.
Menurutnya, lulusan-lulusan ini harus memiliki keterampilan yang relevan dengan tuntutan pasar kerja, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi informatika yang semakin pesat. Apalagi dalam menyambut Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur tahun ini.
Puji menekankan bahwa tidak semua lulusan harus beralih ke sektor teknologi, namun demikian, mereka harus memiliki keterampilan yang memadai untuk bersaing dengan lulusan dari luar daerah.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua lulusan harus bekerja di sektor pemerintahan, tetapi juga harus diberikan peluang untuk berkarya dan berkreasi di sektor swasta.
Selain itu, Puji juga mengkritisi kurangnya kreativitas dan semangat juang yang dimiliki oleh sebagian besar lulusan di Samarinda.
“Kalau kita melihat dengan kondisi yang sebenarnya di kota Samarinda tapi ini tidak semua ya Kita terlalu dimanjakan dengan alam, jadi daya juang kita kurang,” ungkap Puji, Jumat (22/3/20024).
Ia menilai bahwa terlalu banyak ketergantungan pada kekayaan alam dan kenyamanan hidup membuat semangat juang mereka menjadi kurang.
Puji menganggap hal ini sebagai tantangan bagi Samarinda untuk mempersiapkan generasi muda agar lebih siap dan gigih dalam menghadapi persaingan di dunia kerja.
Legislator Partai Demokrat ini juga berharap agar masyarakat dan pemerintah setempat dapat bekerja sama dalam meningkatkan keterampilan dan semangat juang generasi muda.
Ia juga mengajak untuk membuka ruang diskusi dan mengubah pola pikir yang terkungkung dalam kemalasan dan ketergantungan. Dengan demikian, diharapkan Samarinda dapat melahirkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.
“Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu kita bisa lebih bisa bersaing, karena kita tetap terikat dengan semangatnya anak IKN. Saya kira juga bisa membuka pikiran kita membuka semua macam-macam kemalasan,” pungkasnya.
(Adv/Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti perlunya peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal, terutama bagi lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan universitas.
Menurutnya, lulusan-lulusan ini harus memiliki keterampilan yang relevan dengan tuntutan pasar kerja, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi informatika yang semakin pesat. Apalagi dalam menyambut Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur tahun ini.
Puji menekankan bahwa tidak semua lulusan harus beralih ke sektor teknologi, namun demikian, mereka harus memiliki keterampilan yang memadai untuk bersaing dengan lulusan dari luar daerah.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua lulusan harus bekerja di sektor pemerintahan, tetapi juga harus diberikan peluang untuk berkarya dan berkreasi di sektor swasta.
Selain itu, Puji juga mengkritisi kurangnya kreativitas dan semangat juang yang dimiliki oleh sebagian besar lulusan di Samarinda.
“Kalau kita melihat dengan kondisi yang sebenarnya di kota Samarinda tapi ini tidak semua ya Kita terlalu dimanjakan dengan alam, jadi daya juang kita kurang,” ungkap Puji, Jumat (22/3/20024).
Ia menilai bahwa terlalu banyak ketergantungan pada kekayaan alam dan kenyamanan hidup membuat semangat juang mereka menjadi kurang.
Puji menganggap hal ini sebagai tantangan bagi Samarinda untuk mempersiapkan generasi muda agar lebih siap dan gigih dalam menghadapi persaingan di dunia kerja.
Legislator Partai Demokrat ini juga berharap agar masyarakat dan pemerintah setempat dapat bekerja sama dalam meningkatkan keterampilan dan semangat juang generasi muda.
Ia juga mengajak untuk membuka ruang diskusi dan mengubah pola pikir yang terkungkung dalam kemalasan dan ketergantungan. Dengan demikian, diharapkan Samarinda dapat melahirkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.
“Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu kita bisa lebih bisa bersaing, karena kita tetap terikat dengan semangatnya anak IKN. Saya kira juga bisa membuka pikiran kita membuka semua macam-macam kemalasan,” pungkasnya.
(Adv/Sf/Rs)