Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dalam menyambut bulan suci ramadan yang tinggal menghitung hari, warga Kota Samarinda memiliki peluang besar untuk mendapatkan omzet penjualan, utamanya industri kuliner.
Tiap tahun pemerintah memfasiliitasi tempat yang disebut sebagai Pasar Ramadan untuk para pedagang berjualan. Di Samarinda, lokasi yang biasa menjadi Pasar Ramadan adalah Gor Segiri. Namun kondisinya saat ini, Gor Segiri dalam proses revitalisasi.
Menanggapi hal itu Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda Fuad Fakhruddin, menyampaikan untuk memanfaatkan masjid-masjid besar kota atau tempat-tempat umum lainnya sebagai lokasi Pasar Ramadan.
“Mereka yang memiliki masjid-masjid besar dengan lahan parkir yang luas bisa dimanfaatkan, atau ada tempat-tempat yang lain yang sekiranya bisa digunakan untuk Pasar Ramadan daripada di pinggir jalan mengganggu lalu lintas,” kata Fuad, Kamis (8/3/2024).
Fuad menyampaikan, jika dibiarkan para pedagang berjualan di pinggir jalan akan berdampak pada pengguna jalan yang merasa terganggu. Sebagai contoh, Fuad menyebut di daerah Jalan Jakarta mendekati ramadan seperti ini intensitas angkutan sangat ramai.
Ia berharap agar pemerintah dapat menertibkan para pedagang khususnya yang ada di jalan-jalan prtokol. Ia mengimbau kepada para pedagang agar tidak berjualan di badan jalan.
“Itu tidak menutup kemungkinan ada gesekan antara pengguna jalan dan masyarakat di sekitar. Inilah yang kita harus terus-menerus jaga kondusifitas. Loa bakung Pasar Kemuning itu kan jalur-jalur ramai termasuk Karang Paci,” pungkasnya.
(Adv/Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dalam menyambut bulan suci ramadan yang tinggal menghitung hari, warga Kota Samarinda memiliki peluang besar untuk mendapatkan omzet penjualan, utamanya industri kuliner.
Tiap tahun pemerintah memfasiliitasi tempat yang disebut sebagai Pasar Ramadan untuk para pedagang berjualan. Di Samarinda, lokasi yang biasa menjadi Pasar Ramadan adalah Gor Segiri. Namun kondisinya saat ini, Gor Segiri dalam proses revitalisasi.
Menanggapi hal itu Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda Fuad Fakhruddin, menyampaikan untuk memanfaatkan masjid-masjid besar kota atau tempat-tempat umum lainnya sebagai lokasi Pasar Ramadan.
“Mereka yang memiliki masjid-masjid besar dengan lahan parkir yang luas bisa dimanfaatkan, atau ada tempat-tempat yang lain yang sekiranya bisa digunakan untuk Pasar Ramadan daripada di pinggir jalan mengganggu lalu lintas,” kata Fuad, Kamis (8/3/2024).
Fuad menyampaikan, jika dibiarkan para pedagang berjualan di pinggir jalan akan berdampak pada pengguna jalan yang merasa terganggu. Sebagai contoh, Fuad menyebut di daerah Jalan Jakarta mendekati ramadan seperti ini intensitas angkutan sangat ramai.
Ia berharap agar pemerintah dapat menertibkan para pedagang khususnya yang ada di jalan-jalan prtokol. Ia mengimbau kepada para pedagang agar tidak berjualan di badan jalan.
“Itu tidak menutup kemungkinan ada gesekan antara pengguna jalan dan masyarakat di sekitar. Inilah yang kita harus terus-menerus jaga kondusifitas. Loa bakung Pasar Kemuning itu kan jalur-jalur ramai termasuk Karang Paci,” pungkasnya.
(Adv/Sf/Rs)