DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Soroti Kejadian Longsor di TPU Damanhuri, Ronal Tegaskan Perlu Pengawasan Dan Pemeliharaan

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    22 September 2025 pukul 12:13 WITA

    Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Steohen Lonteng (Foto: Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samrinda - Peristiwa longsor yang terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Damanhuri beberapa waktu lalu, menarik perhatian DPRD Kota Samarinda. Tidak hanya merusak area pemakaman, tetapi banyak kerugian yang dialami masyarakat akibat longsor tersebut.

    Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, mengatakan perlunya pengawasan dan pemeliharaan yang sistematis agar pemakaman tetap aman dan layak digunakan.

    "Kejadian longsor di TPU Damanhuri saya turut prihatin. Tetapi kembali lagi soal pengawasan dan pemeliharaan," ujar Ronal, Senin ,(22/9/2025).

    Ia menilai, persoalan longsor di area pemakaman bukan sekedar kerusakan fisik saja, namun menyangkut nilai sosial dan spiritual yang melekat pada tempat tersebut.

    Karena itu, dirinya menekankan, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat melakukan inventarisasi menyeluruh guna menangani masalah longsor yang terjadi.

    "Yang pastinya saya juga mengharapkan kepedulian dari pemerintah kota," sebutnya.

    Selain peran pemerintah, ia juga mendorong partisipatif masyarakat atau keluarga terdekat dalam pemeliharaan tempat pemakaman.

    "Hal ini penting agar fasilitas pemakaman tetap terjaga dan aman. Tidak hanya peran pemerintah juga diperlukan inisiatif masyarakat atau keluarga memperhatikan tempat pemakaman," tegasnya.

    Peristiwa longsong di TPU Damanhuri menjadi peringatan khusus bahwa pengelolaan pemakaman umum memerlukan strategi yang terpadu, mulai dari perencanaan topografi lahan hingga sistem pemantauan kondisi tanah. 

    Kemudian sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai peran aktif mereka dalam merawat TPU turut menjadi kunci keberhasilan.

    Dengan perhatian serius dari pemerintah dan kesadaran masyarakat secara kolektif, menurut Ronal, insiden longsor di TPU Damanhuri dapat diminimalkan di masa mendatang. 

    "Perlu upaya preventif kedepannya, supaya keamanan dan kenyamanan peziarah makam terjamin," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Soroti Kejadian Longsor di TPU Damanhuri, Ronal Tegaskan Perlu Pengawasan Dan Pemeliharaan

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    22 September 2025 pukul 12:13 WITA

    Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Steohen Lonteng (Foto: Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samrinda - Peristiwa longsor yang terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Damanhuri beberapa waktu lalu, menarik perhatian DPRD Kota Samarinda. Tidak hanya merusak area pemakaman, tetapi banyak kerugian yang dialami masyarakat akibat longsor tersebut.

    Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, mengatakan perlunya pengawasan dan pemeliharaan yang sistematis agar pemakaman tetap aman dan layak digunakan.

    "Kejadian longsor di TPU Damanhuri saya turut prihatin. Tetapi kembali lagi soal pengawasan dan pemeliharaan," ujar Ronal, Senin ,(22/9/2025).

    Ia menilai, persoalan longsor di area pemakaman bukan sekedar kerusakan fisik saja, namun menyangkut nilai sosial dan spiritual yang melekat pada tempat tersebut.

    Karena itu, dirinya menekankan, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat melakukan inventarisasi menyeluruh guna menangani masalah longsor yang terjadi.

    "Yang pastinya saya juga mengharapkan kepedulian dari pemerintah kota," sebutnya.

    Selain peran pemerintah, ia juga mendorong partisipatif masyarakat atau keluarga terdekat dalam pemeliharaan tempat pemakaman.

    "Hal ini penting agar fasilitas pemakaman tetap terjaga dan aman. Tidak hanya peran pemerintah juga diperlukan inisiatif masyarakat atau keluarga memperhatikan tempat pemakaman," tegasnya.

    Peristiwa longsong di TPU Damanhuri menjadi peringatan khusus bahwa pengelolaan pemakaman umum memerlukan strategi yang terpadu, mulai dari perencanaan topografi lahan hingga sistem pemantauan kondisi tanah. 

    Kemudian sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai peran aktif mereka dalam merawat TPU turut menjadi kunci keberhasilan.

    Dengan perhatian serius dari pemerintah dan kesadaran masyarakat secara kolektif, menurut Ronal, insiden longsor di TPU Damanhuri dapat diminimalkan di masa mendatang. 

    "Perlu upaya preventif kedepannya, supaya keamanan dan kenyamanan peziarah makam terjamin," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)