DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Soroti Dampak Pembangunan Terowongan Samarinda Rusak Rumah Warga, Rohim Minta Kontraktor Kooperatif

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    17 Oktober 2025 pukul 21:26 WITA

    Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Aksi protes warga RT 19 Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, Samarinda Ilir, akibat kontruksi pembangunan Terowongan Selili menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan memantik perhatian DPRD Kota Samarinda.

    Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, cukup menyayangkan kejadian yang menimpa permukiman hingga mendapat protes keras warga sekitar proyek terowongan.

    "Ya, pada peinsipnya kita minta kontraktor beraikap kooperatif aja," tegas Abdul Rohim, Jumat (17/10/2025).

    Bersikap kooperatif, maksud Rohim, meskipun perusahaan mengejar profit dari proyek tersebut, tetapi harus menghitung skala dampak yang ditimbulkan dari konstruksi yang tengah berjalan.

    "Dia (kontraktor) pasti mengetahui regulasinya. Jika melakukan pekerjaan dan itu berdampak menyebabkan kerusakan terhadap infrastruktur sekitar, maka itu sudah jelas dia mesti bertanggung jawab. Salah satunya ganti rugi," ujarnya.

    Kemudian, Rohim juga menekankan agar pihak pengelola pembangunan untuk melakukan pengecekan intensif terhadap dampak dari proyek.

    Hal ini, untuk mengetahui apakah kerusakan hanya sebatas pengerjaan Pile Driving Analysis (PDA) Test, atau ada penyebab lainnya.

    Diketahui, kericuhan terjadi setelah pihak kontraktor melakukan uji coba Pile Driving Analysis (PDA) Test pada, Rabu (15/10/2025) lalu.

    Uji coba dengan metode PDA Test dilakukan untuk mengetahui kekuatan pondasi. Caranya sendiri menghantamkan palu hammer seberat 6 ton ke tiang pancang pondasi.

    Sehingga menyebabkan getaran kuat yang berdampak langsung ke permukiman warga hingga alami kerusakan parah.

    "Kedua kita minta juga kontraktor melakukan pengecekan di area-area yang terjadi kerusakan. Apa benar hanya karena dampak aktivitas PDA Test atau sebenarnya ada penyebab-penyebab lain," imbuhnya.

    Ia berharap, setelah kejadian yang menimpa warga sekitar terowongan, akan dilakukan pengecekan berkala. Supaya menghindari hal yang tidak dinginkan kedepannya.

    "Jangan sampai persepsi warga menjadi negatif terhadap pembangunan terowongan. Makanya perlu dilakukan mitigasi sebelum kejdian ini terulang," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Soroti Dampak Pembangunan Terowongan Samarinda Rusak Rumah Warga, Rohim Minta Kontraktor Kooperatif

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    17 Oktober 2025 pukul 21:26 WITA

    Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Aksi protes warga RT 19 Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, Samarinda Ilir, akibat kontruksi pembangunan Terowongan Selili menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan memantik perhatian DPRD Kota Samarinda.

    Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, cukup menyayangkan kejadian yang menimpa permukiman hingga mendapat protes keras warga sekitar proyek terowongan.

    "Ya, pada peinsipnya kita minta kontraktor beraikap kooperatif aja," tegas Abdul Rohim, Jumat (17/10/2025).

    Bersikap kooperatif, maksud Rohim, meskipun perusahaan mengejar profit dari proyek tersebut, tetapi harus menghitung skala dampak yang ditimbulkan dari konstruksi yang tengah berjalan.

    "Dia (kontraktor) pasti mengetahui regulasinya. Jika melakukan pekerjaan dan itu berdampak menyebabkan kerusakan terhadap infrastruktur sekitar, maka itu sudah jelas dia mesti bertanggung jawab. Salah satunya ganti rugi," ujarnya.

    Kemudian, Rohim juga menekankan agar pihak pengelola pembangunan untuk melakukan pengecekan intensif terhadap dampak dari proyek.

    Hal ini, untuk mengetahui apakah kerusakan hanya sebatas pengerjaan Pile Driving Analysis (PDA) Test, atau ada penyebab lainnya.

    Diketahui, kericuhan terjadi setelah pihak kontraktor melakukan uji coba Pile Driving Analysis (PDA) Test pada, Rabu (15/10/2025) lalu.

    Uji coba dengan metode PDA Test dilakukan untuk mengetahui kekuatan pondasi. Caranya sendiri menghantamkan palu hammer seberat 6 ton ke tiang pancang pondasi.

    Sehingga menyebabkan getaran kuat yang berdampak langsung ke permukiman warga hingga alami kerusakan parah.

    "Kedua kita minta juga kontraktor melakukan pengecekan di area-area yang terjadi kerusakan. Apa benar hanya karena dampak aktivitas PDA Test atau sebenarnya ada penyebab-penyebab lain," imbuhnya.

    Ia berharap, setelah kejadian yang menimpa warga sekitar terowongan, akan dilakukan pengecekan berkala. Supaya menghindari hal yang tidak dinginkan kedepannya.

    "Jangan sampai persepsi warga menjadi negatif terhadap pembangunan terowongan. Makanya perlu dilakukan mitigasi sebelum kejdian ini terulang," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)