DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Soroti Bencana Alam di Sejumlah Titik Kota Samarinda

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    20 Mei 2025 pukul 14:25 WITA

    Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Anwar Hakim (Foto: Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyoroti kejadian bencana alam yang terjadi di Kota Samarinda 2 pekan terakhir.

    Mulai dari tanah longsor di Perumahan Talang Sari, Jalan Mugirejo, Samarinda Kota hingga pergeseran kawasan Gunung Kapur, Lempake, Samarinda Utara.

    "Penanganan banjir atau tanah longsor tidak bisa ditangani bersamaan dalam satu waktu. Apalagi bencana tidak bisa kita prediksi. Maka perlu langkah mitigasi konkret," ujar Deni, Selasa (20/5/2025).

    Ia menekankan, Pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam baik dari masyarakat maupun pemerintah. Hal ini berkaca pada kejadian beberapa waktu terakhir di sejumlah titik di Samarinda.

    "Persiapan tentu wajib jadi atensi kita, apalagi bencana tidak bisa diprediksi. Tidak hanya masyarakat tapi pemerintah kota harus cepat dan responsif pula," terangnya.

    Meski begitu, ia memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk menangani masalah bencana di Samarinda.

    Diharapkan, pemerintah tidak hanya melakukan penanggulangan, terapi bisa segera melakukan pendataan dan inventarisasi wilayah-wilayah rawan untuk dilakukan penanganan secara komprehensif.

    "Pemerintah kota harus mendata dan menginventaris wilayah yang sering terdampak. Ini penting agar penanganannya bisa lebih terarah dan berkelanjutan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Soroti Bencana Alam di Sejumlah Titik Kota Samarinda

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    20 Mei 2025 pukul 14:25 WITA

    Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Anwar Hakim (Foto: Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyoroti kejadian bencana alam yang terjadi di Kota Samarinda 2 pekan terakhir.

    Mulai dari tanah longsor di Perumahan Talang Sari, Jalan Mugirejo, Samarinda Kota hingga pergeseran kawasan Gunung Kapur, Lempake, Samarinda Utara.

    "Penanganan banjir atau tanah longsor tidak bisa ditangani bersamaan dalam satu waktu. Apalagi bencana tidak bisa kita prediksi. Maka perlu langkah mitigasi konkret," ujar Deni, Selasa (20/5/2025).

    Ia menekankan, Pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam baik dari masyarakat maupun pemerintah. Hal ini berkaca pada kejadian beberapa waktu terakhir di sejumlah titik di Samarinda.

    "Persiapan tentu wajib jadi atensi kita, apalagi bencana tidak bisa diprediksi. Tidak hanya masyarakat tapi pemerintah kota harus cepat dan responsif pula," terangnya.

    Meski begitu, ia memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk menangani masalah bencana di Samarinda.

    Diharapkan, pemerintah tidak hanya melakukan penanggulangan, terapi bisa segera melakukan pendataan dan inventarisasi wilayah-wilayah rawan untuk dilakukan penanganan secara komprehensif.

    "Pemerintah kota harus mendata dan menginventaris wilayah yang sering terdampak. Ini penting agar penanganannya bisa lebih terarah dan berkelanjutan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)