Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Anggota komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Penerapan Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Abul Hasan masih menjadi polemik, terkhusus bagi para pelaku usaha dikawasan tersebut. Banyak keluhan terkait omzet yang menurun hingga terhambatnya mobilitas.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan usulan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda untuk menerapkan parkir dikedua sisi di Jalan Abul Hasan selama masa transisi SSA.
Ia menilai, instansi terkait juga perlu melihat aspek perekonomianU masyarakat akibat diterapkannya sistem tersebut agar tidak menimbulkan kerugian.
"Jika lahan parkir disatu sisi saja tentu akan menimbulkan masalah lain. Maka perlu diterapkan dikedua sisi. Tapi ini hanya sementara, sembari para pelaku usaha menyediakan lahan parkirnya sendiri," ujar Rohim, Rabu (8/10/2025).
Meski begitu, dia secara tegas mendukung penerapan SSA ini secara permanen. Dengan begitu, kinerja lalu lintas bisa berjalan maksimal.
Walaupun banyak mendapat penolakan warga sekitar kawasan Jalan Abul Hasan, masyarakat diminta agar beradaptasi selama masa transisi SSA.
"Kami sudah mendengar panyampaian masyarakat termasuk para pengusaha, mereka mengeluhkan pelanggan yang enggan datang akibat penerapan SSA dan keterbatasan lahan parkir. Makanya perlu menerapkan sistem parkir dua sisi," tegasnya.
Karena itu, DPRD mendorong agar para pelaku usaha segera menata ruang parkir mandiri di area usahanya masing-masing, sebagaimana diatur dalam ketentuan perizinan.
"Kalau nanti parkir sudah kembali tertib di area usaha masing-masing, jalan pun lancar. Setelah itu, evaluasi bisa dilakukan lagi, apakah SSA tetap diberlakukan atau memungkinkan untuk kembali ke dua arah," pungkasnya.
(Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Anggota komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Penerapan Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Abul Hasan masih menjadi polemik, terkhusus bagi para pelaku usaha dikawasan tersebut. Banyak keluhan terkait omzet yang menurun hingga terhambatnya mobilitas.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan usulan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda untuk menerapkan parkir dikedua sisi di Jalan Abul Hasan selama masa transisi SSA.
Ia menilai, instansi terkait juga perlu melihat aspek perekonomianU masyarakat akibat diterapkannya sistem tersebut agar tidak menimbulkan kerugian.
"Jika lahan parkir disatu sisi saja tentu akan menimbulkan masalah lain. Maka perlu diterapkan dikedua sisi. Tapi ini hanya sementara, sembari para pelaku usaha menyediakan lahan parkirnya sendiri," ujar Rohim, Rabu (8/10/2025).
Meski begitu, dia secara tegas mendukung penerapan SSA ini secara permanen. Dengan begitu, kinerja lalu lintas bisa berjalan maksimal.
Walaupun banyak mendapat penolakan warga sekitar kawasan Jalan Abul Hasan, masyarakat diminta agar beradaptasi selama masa transisi SSA.
"Kami sudah mendengar panyampaian masyarakat termasuk para pengusaha, mereka mengeluhkan pelanggan yang enggan datang akibat penerapan SSA dan keterbatasan lahan parkir. Makanya perlu menerapkan sistem parkir dua sisi," tegasnya.
Karena itu, DPRD mendorong agar para pelaku usaha segera menata ruang parkir mandiri di area usahanya masing-masing, sebagaimana diatur dalam ketentuan perizinan.
"Kalau nanti parkir sudah kembali tertib di area usaha masing-masing, jalan pun lancar. Setelah itu, evaluasi bisa dilakukan lagi, apakah SSA tetap diberlakukan atau memungkinkan untuk kembali ke dua arah," pungkasnya.
(Adv)
(Sf/Rs)