Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Komisi IV DPRD Kota Samarinda sedang meninjau lokasi terakhir di SD 007 Samarinda Ilir (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Komisi IV DPRD Kota Samarinda melakukan peninjauan kesejumlah sekolah yang berada di Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir, Selasa (21/10/2025).
Peninjauan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, Sekretaris Komisi IV, Riska Wahyuningsih, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda lainnya, beserta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda mendatangi tiga lokasi sekolah sekitar Keluraha Sidodamai.
Dimulai dari Sekolah Dasar (SD) Negeri 009 Samarinda Ilir di Jalan Jelawat Gang IV, kemudian dilanjutkan ke SD Negeri 001 Samarinda Ilir di Jalan Lewat, terakhir di SD Negeri 007 Samarinda Ilir di Jalan Damai.
Dalam keterangan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, peninjauan dilakukan sebagai bentuk menjawab keluhan masyarakat terkait minimnya fasilitas pendidikan hingga kerusakan yang dialami tiga sekolah dikawasan tersebut.
"Kami komisi IV melakukan tinjauan beberapa SD terkait beberapa laporan orang tua murid," tegas Sri Puji usai meninjau.
Ia menilai, beberapa sekolah yang dikunjungi oleh komisi IV perlu mendapat pembenahan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
"Ini perlu perhatian pemerintah kota, mungkin beberapa sekolah ini harus menjadi prioritas ya," tuturnya.
Pembangunan infrastruktur pendidikan, kata dia, mesti menyesuaikan kebutuhan sekolah saat ini. Terlebih, Kota Samarinda tengah mencanangkan sekolah ramah anak.
Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat memenuhi seluruh sarana dan prasarana yang ada. Seperti pemenuhan ruang UKS, perpustakaan dan lain sebagainya.
Namun demikian, ia menekankan, agar pemerintah turut mengawasi secara ketat pihak konsultan pembangunan setiap sekolah.
Sehingga arah pembangunan jelas dan tidak terkesan hanya mengerjakan tanpa ada kejelasan.
"Pembangunan dilakukan oleh pihak konsultan, harusnya tahu ya bagaimana perencanaan membangun sekolah itu. Sarana dan prasaran yang dibutuhkan itu harus dipenuhi. Jangan bangunan sekolah itu dibagun tetapi tidak ada perencanaan yang jelas," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Komisi IV DPRD Kota Samarinda sedang meninjau lokasi terakhir di SD 007 Samarinda Ilir (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Komisi IV DPRD Kota Samarinda melakukan peninjauan kesejumlah sekolah yang berada di Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir, Selasa (21/10/2025).
Peninjauan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, Sekretaris Komisi IV, Riska Wahyuningsih, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda lainnya, beserta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda mendatangi tiga lokasi sekolah sekitar Keluraha Sidodamai.
Dimulai dari Sekolah Dasar (SD) Negeri 009 Samarinda Ilir di Jalan Jelawat Gang IV, kemudian dilanjutkan ke SD Negeri 001 Samarinda Ilir di Jalan Lewat, terakhir di SD Negeri 007 Samarinda Ilir di Jalan Damai.
Dalam keterangan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, peninjauan dilakukan sebagai bentuk menjawab keluhan masyarakat terkait minimnya fasilitas pendidikan hingga kerusakan yang dialami tiga sekolah dikawasan tersebut.
"Kami komisi IV melakukan tinjauan beberapa SD terkait beberapa laporan orang tua murid," tegas Sri Puji usai meninjau.
Ia menilai, beberapa sekolah yang dikunjungi oleh komisi IV perlu mendapat pembenahan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
"Ini perlu perhatian pemerintah kota, mungkin beberapa sekolah ini harus menjadi prioritas ya," tuturnya.
Pembangunan infrastruktur pendidikan, kata dia, mesti menyesuaikan kebutuhan sekolah saat ini. Terlebih, Kota Samarinda tengah mencanangkan sekolah ramah anak.
Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat memenuhi seluruh sarana dan prasarana yang ada. Seperti pemenuhan ruang UKS, perpustakaan dan lain sebagainya.
Namun demikian, ia menekankan, agar pemerintah turut mengawasi secara ketat pihak konsultan pembangunan setiap sekolah.
Sehingga arah pembangunan jelas dan tidak terkesan hanya mengerjakan tanpa ada kejelasan.
"Pembangunan dilakukan oleh pihak konsultan, harusnya tahu ya bagaimana perencanaan membangun sekolah itu. Sarana dan prasaran yang dibutuhkan itu harus dipenuhi. Jangan bangunan sekolah itu dibagun tetapi tidak ada perencanaan yang jelas," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)