Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar menaruh perhatian terhadap rencana kerja sama lintas kota dalam pemanfaatan Sungai Mahakam sebagai sumber air baku untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di Kalimanatan Timur (Kaltim).
Kerja sama antara Kota Samarinda, Balikpapan dan Bontang tersebut melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam). Meski masih dalam tahap pematangan strategis dimasing-masing wilayah, tetapi kolaborasi ini bertujuan mengatasi permasalahan ketersediaan air bersih yang belum merata, khususnya wilayah pinggiran dan pesisir kota.
Anhar menilai, rencana pemanfaatan Sungai Mahakam tersebut, sebagai langkah konkrit mengatasi masalah distribusi air bersih yang kerap dikeluhkan masyarakat, khususnya dipinggiran Kota Samarinda.
"Tentu kami mendukung selama ini berhubungan dengan kemaslahatan orang banyak," ujar Anhar, Selasa (21/10/2025).
Hanya saja, Anhar menekankan agar kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang benar-benar menyentuh masyarakat, khususnya di Samarinda.
Sebab, berdasarkan fakta dilapangan tidak seluruh wilayah di Samarinda terdistribusi air bersih, salah satunya Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran.
"Kerja sama ini penting, Pemkot Samarinda sendiri harus pastikan bahwa wilayahnya terdistribusi secara menyeluruh. Karena masih ada wilayah yang belum mendapat pasokan air bersih seperti Kelurahan Bukuan di Palaran," tegasnya.
Selain itu, tidak hanya memfasilitasi pasokan air bersih bagi masyarakat, juga menjadi salah satu pemasukan daerah yang cukup menguntungkan bagi setiap daerah, terutama Samarinda.
"Selain suplai air bersih masyarakat terpenuhi, kerja sama antarwilayah ini bisa menjadi keuntungan bagi pemasukan daerah," tegasnya.
Ia berharap, kolaborasi tiga kota di Kaltim ini bisa menjadi solusi untuk tindaklanjut keluhan masyarakat dipinggiran kota selama ini. Sehingga masyarakat beisa menikmati air bersih secara merata.
"Dengan kerja sama ini diharapkan masyarakat tidak lagi mengeluhkan minimnya fasilitas distribusi air bersih yang selama ini menjadi momok," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar menaruh perhatian terhadap rencana kerja sama lintas kota dalam pemanfaatan Sungai Mahakam sebagai sumber air baku untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di Kalimanatan Timur (Kaltim).
Kerja sama antara Kota Samarinda, Balikpapan dan Bontang tersebut melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam). Meski masih dalam tahap pematangan strategis dimasing-masing wilayah, tetapi kolaborasi ini bertujuan mengatasi permasalahan ketersediaan air bersih yang belum merata, khususnya wilayah pinggiran dan pesisir kota.
Anhar menilai, rencana pemanfaatan Sungai Mahakam tersebut, sebagai langkah konkrit mengatasi masalah distribusi air bersih yang kerap dikeluhkan masyarakat, khususnya dipinggiran Kota Samarinda.
"Tentu kami mendukung selama ini berhubungan dengan kemaslahatan orang banyak," ujar Anhar, Selasa (21/10/2025).
Hanya saja, Anhar menekankan agar kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang benar-benar menyentuh masyarakat, khususnya di Samarinda.
Sebab, berdasarkan fakta dilapangan tidak seluruh wilayah di Samarinda terdistribusi air bersih, salah satunya Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran.
"Kerja sama ini penting, Pemkot Samarinda sendiri harus pastikan bahwa wilayahnya terdistribusi secara menyeluruh. Karena masih ada wilayah yang belum mendapat pasokan air bersih seperti Kelurahan Bukuan di Palaran," tegasnya.
Selain itu, tidak hanya memfasilitasi pasokan air bersih bagi masyarakat, juga menjadi salah satu pemasukan daerah yang cukup menguntungkan bagi setiap daerah, terutama Samarinda.
"Selain suplai air bersih masyarakat terpenuhi, kerja sama antarwilayah ini bisa menjadi keuntungan bagi pemasukan daerah," tegasnya.
Ia berharap, kolaborasi tiga kota di Kaltim ini bisa menjadi solusi untuk tindaklanjut keluhan masyarakat dipinggiran kota selama ini. Sehingga masyarakat beisa menikmati air bersih secara merata.
"Dengan kerja sama ini diharapkan masyarakat tidak lagi mengeluhkan minimnya fasilitas distribusi air bersih yang selama ini menjadi momok," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)