DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Parkir untuk Tingkatkan PAD

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    11 Maret 2025 pukul 16:56 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi menyoroti pentingnya optimalisasi sektor parkir sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    Menurutnya, permasalahan parkir tidak hanya berkaitan dengan ketertiban lalu lintas, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang harus dikelola dengan baik.  

    "Parkir juga berkaitan dengan PAD. Kita perlu mencari solusi terbaik agar pengelolaannya lebih optimal," ujar Iswandi .

    Ia mengusulkan Dinas Perhubungan untuk mengeksplorasi berbagai opsi dalam sistem parkir, termasuk skema berlangganan yang sebelumnya telah diusulkan oleh beberapa pihak. 

    Untuk itu, ia menyarankan agar persoalan ini dibahas lebih mendalam, bahkan jika diperlukan, digelar seminar khusus.  

    Salah satu langkah awal yang diusulkan adalah melakukan inventarisasi lokasi parkir yang memiliki potensi pendapatan tinggi. Dengan pemetaan yang lebih jelas menurutnya sistem pengelolaan parkir dapat lebih terstruktur dan menghasilkan pendapatan yang maksimal bagi daerah.  

    "Kita bisa buat klaster, misalnya dari satu lampu merah ke lampu merah lainnya, bisa menghasilkan Rp500 ribu dalam seminggu, sementara lokasi lain mungkin hanya Rp200 ribu. Ini yang perlu kita hitung lebih dulu," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Parkir untuk Tingkatkan PAD

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    11 Maret 2025 pukul 16:56 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi menyoroti pentingnya optimalisasi sektor parkir sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    Menurutnya, permasalahan parkir tidak hanya berkaitan dengan ketertiban lalu lintas, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang harus dikelola dengan baik.  

    "Parkir juga berkaitan dengan PAD. Kita perlu mencari solusi terbaik agar pengelolaannya lebih optimal," ujar Iswandi .

    Ia mengusulkan Dinas Perhubungan untuk mengeksplorasi berbagai opsi dalam sistem parkir, termasuk skema berlangganan yang sebelumnya telah diusulkan oleh beberapa pihak. 

    Untuk itu, ia menyarankan agar persoalan ini dibahas lebih mendalam, bahkan jika diperlukan, digelar seminar khusus.  

    Salah satu langkah awal yang diusulkan adalah melakukan inventarisasi lokasi parkir yang memiliki potensi pendapatan tinggi. Dengan pemetaan yang lebih jelas menurutnya sistem pengelolaan parkir dapat lebih terstruktur dan menghasilkan pendapatan yang maksimal bagi daerah.  

    "Kita bisa buat klaster, misalnya dari satu lampu merah ke lampu merah lainnya, bisa menghasilkan Rp500 ribu dalam seminggu, sementara lokasi lain mungkin hanya Rp200 ribu. Ini yang perlu kita hitung lebih dulu," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)