Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Wakil Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fahruddin saat diwawancara di Balai Kota, Selasa (5/3/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda merencanakan pemanggilan pihak Pertamina guna memastikan ketersediaan dan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) menjelang ramadan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fahruddin, menyampaikan rencana pemanggilan itu sebagai upaya untuk mencegah lonjakan harga serta kekurangan pasokan jelang ramadan.
“Hal ini dilakukan untuk menghindari kejadian seperti tahun sebelumnya, di mana terjadi kenaikan tiba-tiba LPG dan kekurangan pasokan,” jelas Fahruddin, Selasa (5/3/2025).
Selain untuk membahas soal ketersediaan LPG, Fahruddin juga bilang akan membahas mengenai pemberlakuan penggunaan barcode pada pembelian bahan bakar Pertalite, yang saat ini baru berlaku di beberapa SPBU.
“Kan itu baru ada di dua SPBU, di Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Kesuma Bangsa. Dan rencananya akan diberlakukan di semua tempat,” paparnya.
Ia mengekspresikan kekhawatiran terkait kesiapan pengguna di semua SPBU jika pemberlakuan barcode diterapkan secara luas. Mengingat membutuhkan penggunaan aplikasi resmi dari Pertamina dan waktu tunggu selama 14 hari.
DPRD menekankan urgensi pemanggilan Pertamina untuk memastikan bahwa implementasi ini tidak menimbulkan masalah di masyarakat.
Khususnya dalam memahami dan mematuhi aturan baru terkait penggunaan barcode pada bahan bakar, termasuk Pertalite dan Pertamax.
(Adv/Sf/RS)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Wakil Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fahruddin saat diwawancara di Balai Kota, Selasa (5/3/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda merencanakan pemanggilan pihak Pertamina guna memastikan ketersediaan dan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) menjelang ramadan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fahruddin, menyampaikan rencana pemanggilan itu sebagai upaya untuk mencegah lonjakan harga serta kekurangan pasokan jelang ramadan.
“Hal ini dilakukan untuk menghindari kejadian seperti tahun sebelumnya, di mana terjadi kenaikan tiba-tiba LPG dan kekurangan pasokan,” jelas Fahruddin, Selasa (5/3/2025).
Selain untuk membahas soal ketersediaan LPG, Fahruddin juga bilang akan membahas mengenai pemberlakuan penggunaan barcode pada pembelian bahan bakar Pertalite, yang saat ini baru berlaku di beberapa SPBU.
“Kan itu baru ada di dua SPBU, di Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Kesuma Bangsa. Dan rencananya akan diberlakukan di semua tempat,” paparnya.
Ia mengekspresikan kekhawatiran terkait kesiapan pengguna di semua SPBU jika pemberlakuan barcode diterapkan secara luas. Mengingat membutuhkan penggunaan aplikasi resmi dari Pertamina dan waktu tunggu selama 14 hari.
DPRD menekankan urgensi pemanggilan Pertamina untuk memastikan bahwa implementasi ini tidak menimbulkan masalah di masyarakat.
Khususnya dalam memahami dan mematuhi aturan baru terkait penggunaan barcode pada bahan bakar, termasuk Pertalite dan Pertamax.
(Adv/Sf/RS)