Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi (Foto : Umar Daud/Seputarfakta com)
Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi menaruh harapan terhadap realisasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya). Pasalnya memberikan dampak positif nyata untuk menggerakan perekonomian masyarakat di Kota Samarinda.
“dari program pemerintah ini, agar keuangan daerah bisa berdampak langsung dengan masyarakat,” ucap Iswandi, Jumat (19/9/2025).
Menurutnya, skema Probebaya yang mengalokasikan dana sekitar Rp100 juta di setiap RT membuat uang tersebut kembali berputar di masyarakat.
Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berpusat pada infrastruktur saja, melainkan dapat menghidupkan kemandirian ekonomi masyarakat itu sendiri.
“Pemerintah kita ingin agar anggaran di daerah benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dimulai dari tingkat bawah. Jadi dari rakyat kembali ke rakyat,” terangnya.
Selain itu, adanya perputaran anggaran melalui kegiatan RT tentunya dapat membuka peluang usaha kecil, meningkatkan daya beli, serta memperkuat kebersamaan warga dalam membangun lingkungan mereka.
Meski begitu, ia menegaskan, kegiatan tersebut harus dibarengi dengan tata kelola tertib dan transparan. Menurutnya, penguatan kapasitas pengelolaan di tingkat RT akan menentukan keberhasilan program dalam jangka panjang.
"Harus dikelola dengan baik, dengan begitu manfaat dari Probebaya semakin maksimal dan memberikan dampak terhadap masyarakat," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi (Foto : Umar Daud/Seputarfakta com)
Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi menaruh harapan terhadap realisasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya). Pasalnya memberikan dampak positif nyata untuk menggerakan perekonomian masyarakat di Kota Samarinda.
“dari program pemerintah ini, agar keuangan daerah bisa berdampak langsung dengan masyarakat,” ucap Iswandi, Jumat (19/9/2025).
Menurutnya, skema Probebaya yang mengalokasikan dana sekitar Rp100 juta di setiap RT membuat uang tersebut kembali berputar di masyarakat.
Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berpusat pada infrastruktur saja, melainkan dapat menghidupkan kemandirian ekonomi masyarakat itu sendiri.
“Pemerintah kita ingin agar anggaran di daerah benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dimulai dari tingkat bawah. Jadi dari rakyat kembali ke rakyat,” terangnya.
Selain itu, adanya perputaran anggaran melalui kegiatan RT tentunya dapat membuka peluang usaha kecil, meningkatkan daya beli, serta memperkuat kebersamaan warga dalam membangun lingkungan mereka.
Meski begitu, ia menegaskan, kegiatan tersebut harus dibarengi dengan tata kelola tertib dan transparan. Menurutnya, penguatan kapasitas pengelolaan di tingkat RT akan menentukan keberhasilan program dalam jangka panjang.
"Harus dikelola dengan baik, dengan begitu manfaat dari Probebaya semakin maksimal dan memberikan dampak terhadap masyarakat," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)